Mohon tunggu...
Topik Irawan
Topik Irawan Mohon Tunggu... Full Time Blogger

Full Time Blogger

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pahlawan Itu Bernama Mbah Sudiro dan Kodir

26 Februari 2020   07:28 Diperbarui: 26 Februari 2020   07:28 108 3 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pahlawan Itu Bernama Mbah Sudiro dan Kodir
Mbah Sudiro dan Kodir ketika menerima piagam penghargaan (detiknews.com)

Pemberitaan bulan Februari yang sedang viral adalah tragedi susur Sungai Sempor di Sleman yang mengakibatkan sepuluh orang siswa SMPN 1 Turi , kegiatan Pramuka yang melibatkan ratusan siswa ini di inisaisi pembina Pramuka yang juga merupakan guru SMPN 1 Turi, apaesnya lagi meski IYA, R dan DDS orang dibalik adanya ide susur sungai dan juga penentu lokasi kegiatan, ketiganya malah tidak ikut mendamping para siswa, adapun kegiatan Pramuka merupakan ekstrakulikuler wajib di SMPN 1 Turi.

Sebenarnya kegiatan Pramuka adalah satu hal yang positif namun selayaknya juga para pembina Pramuka bisa melihat situasi dan kondisi jika ingin melakukan kegiatan, dari kegiatan susur Sungai Sempor  yang di ikuti oleh 249 siswa, sepuluh siswa meninggal dunia dan ketiga pembina telah ditetapkan sebagai tersanga oleh pihak Polres Sleman. 

Pihak sekolah seharusnya lebih memperhatikan lagi kegiatan yang melibatkan banyak siswa, jangan sampai terulang di masa yang akan datang, karena kata maaf dan penyesalan tak akan menghidupkan kembali siswa yang telah meninggal.

Dibalik rasa kesedihan nan mendalam dengan musibah susur Sungai Sempor, ada satu hal yang membuat kita semua merasa terharu dengan aksi heroik salah satu warga yang tergerak menolong siswa siswi saat terjadinya kejadian hanyutnya mereka. 

Adalah Sudarwanto atau kerap dipanggil Kodir yang berangkat ke sungai untuk memancing, di saat bersamaan ia mendengar para pelajar tersebut berteriak minta tolong disertai suara tangisan. Disituasi yang genting tersebut, Kodir bersegera menolong anak anak yang mulai hanyut.

Upaya Kodir adalah sebisa mungkin agar anak anak dapat menuju tepian sungai, di tengah situasi sungai yang mencapai kedalaman air 1,5 meter, Kodir tak kenal lelah menolong dengan cara  memberikan tangga yang bisa dilewati anak anak tersebut, ada sekitaran 60 anak yang bisa di selamatkan Kodir. 

Ternyata Kodir tak sendirian ketika mengevakuasi para siswa yang terjebak di aliran Sungai Sempor, seorang manula bernama Kakek Sudiro pun membantu Kodir untuk menyelamatkan para siswa. Dua orang inilah yang pantas di sebut pahlawan, beruntung keduanya memiliki kepedulian yang tinggi dan mau berjibaku untuk turun ke sungai dan menyelamatkan para siswa.

Untuk keberanian dan pengorbanan yang dilakukan oleh Kodir dan Mbah Sudiro, keduanya menerima piagam penghargaan dan juga uang apresiasi sebesar 10 juta rupiah, adapun penghargaan di serahkan oleh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Kementerian Sosial, Rachmat Koesnadi. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan di kantor Tagana Sleman.

Apa yang dilakukan Kodir dan juga Mbah Sudiro merupakan perbuatan yang terpuji, bahkan Mbah Sudiro ketika menyelamatkan siswa mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya terluka, namun semangat Mbah Sudiro untuk tetap membantu penyelamatan layak diapresiasi apalagi Mbah Sudiro usianya pun sudah terbilang sepuh. 

Semoga kebaikan Mbah Sudiro dan juga Kodir serta bantuan para warga sekitar yang juga turut menolong merupakan bukti bahwa rasa kemanusiaan itu masih ada.

Kegiatan Pramuka susur Sungai Sempor membuka fakta bahwa masih ada pihak pihak yang lalai dan menganggap remeh safety first dalam sebuah kegiatan yang melibatkan banyak orang, entahlah apakah akan ada kisah serupa di kemudian hari, karena biasanya bangsa ini cepat melupakan peristiwa, namun kita berharap jangan sampai ada lagi kegiatan yang membahayakan jiwa para siswa, kegiatan susur Sungai Sempor murni kelalaian kakak Pembina bukan kegiatan Pramukanya yang disalahkan

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x