Mohon tunggu...
Topik Irawan
Topik Irawan Mohon Tunggu... Blogger Vlogger Buzzer Aktifis Buruh

Blogger,Vlogger, Buzzer,Aktifis Buruh

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara Pilihan

Meninggalnya Ketua KPUD Bekasi adalah Hoaks

9 Mei 2019   10:03 Diperbarui: 9 Mei 2019   11:21 0 0 0 Mohon Tunggu...
Meninggalnya Ketua KPUD Bekasi adalah Hoaks
Ketua KPUD mengalami perawatan setelah pingsan di rapat pleno rekapitulasi suara(dok:detik.com)

Pemilihan umum tahun 2019 memberikan kedukaan bagi bangsa ini, dihelat 17 April lalu ternyata pemilu kali ini menyisakan duka yang mendalam, petugas TPS banyak yang meregang nyawa pasca pelaksanaan pemilu, jumlahnya pun mencengangkan diatas 400 orang. Rasanya baru kali ini jumlah petugas pemilihan umum meninggal dengan jumlah yang menyamai korban bencana alam.

Menurut beberapa orang yang bertugas di TPS, beban tanggung jawab untuk suksesnya pemilu memang terasa, pengakuan Saliman yang bertugas di TPS 34 kecamatan Setu, kabupaten Bekasi yang menyatakan dengan durasi tugas nyaris 24 jam, rasa lelah pun mendera, butuh konsentrasi dan tenaga prima untuk mensukseskan pemilu.

Sempat viral di media sosial perihal meninggalnya ketua KPUD kabupaten Bekasi, namun ternyata kabar itu adalah hoaks, berita yang sebenarnya adalah Jajang Wahyudin dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami pingsan saat memimpin rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara.Tidak benar bahwa Jajang Wahyudin meninggal, sempat dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi di daerah Cibitung, kini kondisi ketua KPUD telah membaik.

Kabupaten Bekasi untuk pemilu tahun ini memiliki jumlah DPT sebesar 2.053.546 dan tersebar di 7.948 TPS, ada pun jumlah desa/kelurahan yang ada di kabupaten Bekasi adalah 187 dan 23 kecamatan. Diperlukan ketelitian dan fokus untuk bisa menyelenggarakan pemilu di kabupaten Bekasi.

Sebagai gambaran di kabupaten Bekasi untuk memilih anggota DPRD tingkat 2 terbagi enam daerah pemilihan, untuk tingkat Provinsi, kabupaten Bekasi masuk dalam dapil IX Jawa Barat.

Untuk suara DPR RI, kabupaten Bekasi berada di dapil VII bersama kabupaten Karawang serta Purwakarta.korban meninggal dalam pelaksanaan pemilu kali ini memang menyayat hati, terbayang bagaimana mereka bekerja spartan untuk hasil pemilu ini dan taruhannya dengan nyawa.

Namun di sisi lain, kita pun menyayangkan berita berita bohong seputar pemilu yang belum tentu kebenarannya. Semoga dengan terbongkarnya berita hoak tentang meninggalnya ketua KPUD Bekasi memberikan pelajaran bagi kita untuk tetap cerdas memilih berita yang akurat.

Semoga korban meninggal dunia mendapat tempat layak di sisi Illahi, seraya berdoa agar tragedi ini tak terulang lagi di masa yang akan datang, demokrasi memang di perlukan bagi Indonesia namun bila merenggut begitu banyak nyawa tentunya ini menjadi tanda tanya.