Mohon tunggu...
Topik Irawan
Topik Irawan Mohon Tunggu... Blogger Vlogger Buzzer Aktifis Buruh

Blogger,Vlogger, Buzzer,Aktifis Buruh

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara Pilihan

Pentingnya Paku dalam Berdemokrasi di Negeri Tercinta

16 April 2019   06:18 Diperbarui: 16 April 2019   07:02 0 4 3 Mohon Tunggu...
Pentingnya Paku dalam Berdemokrasi di Negeri Tercinta
20190416-060818-5cb510c1cc52836b9c651e2d.jpg

Paku menjadi alat untuk mencoblos di tempat pemilihan(dok:Teras.id)

Selalu menikmati demokrasi di segala tingkatan, pernah merasakan pemilihan Rukun Tetangga, Kepala Desa, Bupati, Gubernur, Presiden, Anggota Legislatif dan juga DPD RI.
Setiap tingkatan  pemilihan selalu memiliki atmosfir tersendiri, dan kesamaannya adalah sama sama menghadirkan paku sebagai pelengkap pemilihan.

Pilihan Kepala Desa merupakan pemilihan terseru karena melibatkan warga desa dan biasanya lebih personal karena sudah saling kenal antara warga dan kandidat, terus yang unik adalah dan menegangkan adalah ketika memasuki penghitungan suara.

Di tempat penulis yaitu di desa Sukaraya, penghitungan suara bisa berlangsung dua atau tiga hari.

Dari semua pemilihan yang di ikuti, satu kesamaan yang pasti yakni hadirnya paku sebagai salah satu penunjang suksesnya pemilu. Dengan sistem coblos, kehadiran paku menjadi penting.Dari tahun ketahun ikut pemilihan, paku menjadi barang paling akrab selain juga surat suara.

Konon sih hanya tinggal Indonesia dan Kamboja yang memakai sistem mencoblos, negara negara lain memilih sistem mencontreng atau yang lebih maju lagi memakai sistem pemilihan dengan cara elektronik.

Telah mengalami  6 kali ganti presiden dan paku tetap menjadi teman setia untuk tentukan suara. Pernah sih sekitaran tahun 2009, paku raib di TPS, saat itu contreng menjadi syarat sahnya suara. 

Namun di pemilihan tahun 2014, paku kembali ke TPS, kenapa contreng hanya hadir sesaat di khazanah pemilihan? Ada yang beralasan saat pemilihan di lakukan dengan contreng, surat suara di isengi dengan corat coret pemilih, ada ada saja nih warga negara berflower ini.

Akhirnya paku dihadirkan kembali
2019 tahun ini, kita semua yang mempunyai hak suara akan kembali ke TPS dan tentu saja akan bertemu lagi dengan paku.
Jangan sepelekan paku lho, bagaimana pun sebatang paku bisa menghantarkan seseorang menuju kursi impian, entah itu menjadi anggota legislatif atau malah jadi presiden.

Semalam baca kisah mahasiswa yang kuliah di negeri jiran Malaysia, si dosen bercerita bahwa di Indonesia untuk memilih diperlukan alat berupa paku.Seisi ruang kuliah mentertawakan, ternyata mencoblos dengan paku sudah dianggap usang dan kuno lho.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2