Topik Irawan
Topik Irawan Team Marking RDC 2 Tambun

Hanya buruh biasa bukan siapa siapa

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Prabowo Subianto dan Sosok Santriawati Asal Banyuwangi

13 September 2018   08:59 Diperbarui: 13 September 2018   09:04 355 6 2
Prabowo Subianto dan Sosok Santriawati Asal Banyuwangi
                                                                                    Dialog berbahasa Inggris antara Prabowo dan santriawati(dok liputan2.com)

                     

Banyuwangi pernah menjadi perbincangan di media sosial saat tulisannya mendadak viral dan nama itu adalah Aya Firda Inayah namun lebih populer dengan panggilan Afi Nihaya Faradisa. Nama Afi begitu moncer dan banyak memuji kebriliannya memahat kata kata dan memilih diksi tulisan, puja puji pun bertebaran dan beberapa pejabat pun merespon tulisan Afi, yang dahsyat adalah saat Afi di undang ke istana negara dan bertemu dengan Bapak Presiden Joko Widodo.

Namun segala sanjung dan juga puja puji seakan tak membekas, Afi ketahuan oleh para netizen karena apa yang dia tulis ternyata karya jiplakan dan juga banyak bukti bukti yang mengindikasikan bahwa karya Afi adalah plagiat, netizen memberikan banyak bukti bahwa apa yang di tulis Afi merupakan mirip dengan tulisan orang lain, meski mengelak namun Afi pun mengakui jua. Bila mengingat Afi tentu kita akan tahu bahwa apa yang dia tulis tak sepenuhnya ide orsinil dari bocah Banyuwangi itu.

Saat ini bocah Banyuwangi kembali menjadi perbincangan, video dialog seorang santri dengan calon presiden RI Prabowo Subianto yang menggunakan bahasa Inggris menjadi viral, dengan percaya diri santriawati dari pondok pesantren Blokagung menjawab pertanyaan pertanyaan Prabowo dengan bahasa Inggris yang lancar, spontanitas dan tanpa teks.

Kemampuan santriawati bernama Laila yang maju dengan percaya diri dan terlihat juga para pengasuh ponpes terlihat bangga dengan kemampuan anak didiknya. Pondok pesantren adalah institusi pendidikan khas Indonesia dengan basis pengajaran agama Islam, namun kini pesantren berkembang pesat dengan juga menerapkan kurikulum umum, kemampuan santri tak kalah hebat di mata pelajaran umum, dan acapkali memang di pesantren di wajibkan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Laila adalah contoh nyata bahwa santri maupun santriwati mampu berbicara dengan lancar penggunaan bahasa asing, ini pun termasuk bahasa Arab. Laila yang berumur 18 tahun dan duduk di bangku SMA tak grogi saat berdialog dengan calon presiden Republik Indonesia sesuatu yang patut diapresiasi tentunya.

Pengasuh Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi  KH Ahmad Hisyam Syafa'at menyatakan bahwa santriwati dengan kemampuan seperti Laila sangat banyak di ponpes yang diasuhnya. Semoga pesantren akan terus menghasilkan santri dan santriwati yang mempunyai kemampuan mumpuni untuk mengisi kemerdekaan republik ini, keren lah untuk santri dan santriwati di seluruh Indonesia, semoga nantinya bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang besar kelak di kemudian hari dengan peran serta pesantren di dalamnya, Aamiin.


                                                                            Dokumentasi Youtube ExploreIndonesia