Mohon tunggu...
Her Wanto
Her Wanto Mohon Tunggu...

Pemberdayaan Masyarakat, Pemerhati Anak, Pegiat Sosial, Fasilitator SIPBM, KPMD, FPA, Karang Taruna, Koalisi Kependudukan, FBKTKI, Jurnalis Warga

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Suasana Hati Pengaruhi Gaya Tulisan

20 Mei 2018   12:34 Diperbarui: 20 Mei 2018   13:22 0 1 1 Mohon Tunggu...
Suasana Hati Pengaruhi Gaya Tulisan
Dok.pribadi

Semangat pagi sahabat Kompasiana. Menulis butuh konsentrasi dan ketenangan hati, apalagi bagi pemula. Menulis adalah curahan hati atau hasil pengamatan dari sang penulis. Saat suasana hati sedang tidak karuan, hasil tulisan kita pun sangat beda dan lama.

Penulis mengalami hal ini berkali-kali, saat banyak urusan pribadi atau pekerjaan yang belum terselesaikan, maka sangat berpengaruh pada mod menulis. Yang hasilnya tentu semua tahu tulisan berantakan dan waktunya juga sangat lama. Kalau hati sedang senang dan tenang biasanya penulis hanya butuh waktu 10 menit saja dalam menyelesaikan sebuah tulisan. Tapi kalau suasana hati sedang galau, jangankan untuk merangkai kata-kata, mencari judul saja sungguh luar biasa susahnya.

Tentu beda dengan para senior atau yang berprofesi sebagai wartawan atau penulis yang sudah malang melintang di dunia jurnalistik. Mereka sudah biasa menulis dalam tekanan, karena memang sudah terlatih dan terbiasa. Tapi tetap saja suasana hati juga sangat berpengaruh pada hasil dan gaya bahasa yang digunakan.

Contoh teman penulis sebut saja Efid dia dalah seorang wartawan yang sudah malang melintang di dunia jurnalistik serta sudah menyabet beberapa juara dalam dunia jurnalistik. Tapi tetap saja hasil tulisan saat hati sedang mod dan tenang, tulisannya sangat bagus dan indah serta bisa menggerakkan pembacanya. Tapi saat kekasihnya ngambek hasil tulisannya pun beda, gaya bahasa kurang enak dicermati.

Tip agar hasil tulisan kita bagus.

1. Menulis dan menulis terus.

Kata mentor jurnalis warga di Brebes yaitu Bahrul Ulum, "kalau mau tulisan bagus ya sering menulis, teruslah menulis" karena kalau kita sering menulis, akan memperkuat perasaan kita saat menulis. Dan yang paling bagus menulis itu mengikat ilmu, dengan menulis kita mengumpulkan apa yang kita pernah tahu.

2. Sering banyak baca artikel atau berita

Jadi kalau ingin tulisan kita bagus, ya sering-sering cari referensi tulisan yang bagus. Semakin banyak kita membaca berbagai macam tulisan, itu akan memperkaya gaya bahasa kita dan memperkaya kita akan kosakata. Jadi tidak mungkin kalau seorang penulis tidak suka membaca.

3. Belajar tenangkan hati dalam segala suasana.

Ini juga jadi penentu bagus dan tidaknya sebuah tulisan. Makanya belajar menenangkan hati juga harus dilatih. Karena perasaan hati sang penulis sangat berpengaruh pada tulisan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x