Mohon tunggu...
Supartono JW
Supartono JW Mohon Tunggu... Konsultan - Pengamat dan Praktisi
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Mengalirdiakunketiga05092020

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Apakah Saya Sudah Berkorban, Berperikemanusian, dan Berperikeadilan?

20 Juli 2021   11:21 Diperbarui: 20 Juli 2021   12:12 406
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik


Selalu ikhlas dan rendah hati, meski Idul Adha di tengah pandemi, di baliknya akan ada hikmah-berkah mengiringi. (Supartono JW.20072021).

Ikhlas itu bersih hati, tulus hati. Lalu, rendah hati adalah tidak sombong tidak angkuh. Maka, bila kita menjadi golongan manusia yang senantiasa bersih hati dan tulus hati, maka dengan sendirinya mengalir sikap dan sifat dalam diri yang tidak sombong dan tidak angkuh.

Sifat-sikap ikhlas dan rendah hati, dalam setiap langkah perbuatan seseorang, balasannya tentu akan ada hikmah, yaitu kebijaksanaan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam bentuk berkah. Berkah atau karunia Allah yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia, datangnya juga hanya Allah yang Maha tahu sesuai kebijaksanaanNya.

Sehubungan dengan sifat ikhlas dan rendah hati dalam diri manusia, serta hikmah dan berkah yang datangnya dari Allah, bila kita kaitkan dengan kondisi sekarang, tentu akan sangat signifikan.

Pandemi corona masih menguasai dunia dan bahkan Indonesia. Indonesia malah  menjadi episentrum, titik pusat penyebaran Covid-19 yang terus belum dapat terkendali. 

Apakah nasib Indonesia terkini, akibat dari sifat-sikap para manusianya yang kurang dalam hal ikhlas dan rendah hati? Sehingga hikmah dan berkah dari Allah belum direalisasi, corona enyah dari Bumi Pertiwi? 

Karenanya, perayaan ibadah Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah pada 20 Juli 2021, pun harus tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang lebih bertambah ketat. Bahkan di tengah program PPKM darurat yang dibikin pemerintah.

Idul Adha=pengorbanan

Sejatinya, sudah sangat dipahami khususnya oleh umat muslim di seluruh dunia, bahwa hikmah dari Hari Raya Idul Adha adalah pengorbanan dan kemanusiaan.

Secara universal, dalam setiap Idul Adha, pengorbanan dan kemanusiaan menjadi pesan yang aktual, tak lekang oleh waktu, dan tetap sesuai di setiap perkembangan zaman.

Oleh karena itu, dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, Indonesia yang kini menjadi episentrum penyebaran corona di dunia, pemerintah dan rakyat wajib mawas diri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun