Mohon tunggu...
Supartono JW
Supartono JW Mohon Tunggu... Pengamat dan Praktisi

Mengalirdiakunketiga05092020

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Selama Uji Coba, Budayakan dan Bangun Karakter Pemain Timnas U-19 Bermental Pemenang

16 September 2020   08:50 Diperbarui: 16 September 2020   09:38 94 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Selama Uji Coba, Budayakan dan Bangun Karakter Pemain Timnas U-19 Bermental Pemenang
Sumber: Kompas.com

Kamis malam, 17 September 2020, Timnas U-19 di bawah besutan Shin Tae-yong (STy) akan menjalani laga uji coba ke-10. Sebelumnya, dalam laga uji coba bertajuk "proses" ala STy, saya menyebut STy telah  menorehkan prestasi 1--1-7, yaitu 1 kali menang, 1 kali imbang, dan 7 kali kalah. 

Bagaimana kira-kira hasil proses laga ke-10 saat meladeni Qatar dipertemuan pertama? Sebab, uji coba versus Qatar akan terjadi dua kali.Dengan modal materi  yang bisa disebut hanya 25 pemain yang tersisa di Kroasia, karena satu pemain tak kunjung bergabung dan dua pemain masih cidera, maka, STy tentu akan melanjutkan proses coba-coba pemain dan proses coba-coba menukar posisi baru pemain.

Dari tiga pertandingan di Kroasia, STy setidaknya sudah nampak percaya kepada empat pemain yang selalu diturunkan sejak menit pertama  yaitu Muhammad Adisatryo, Komang Tri Arta Nugraha, David Maulana, dan Witan Sulaeman, bukan tidak mungkin akan ada pemain lain yang juga akan dipercaya demi mendekati gambaran kerangka tim.

Dan, pemain yang akan mulai dipercaya adalah pemain yang sesuai ekspektasi publik sepak bola nasional yang dalam tiga laga justru sering duduk dibangku cadangan.

Sebelum meladeni Qatar, sebagai bahan evaluasi, saya mencatat bahwa Timnas U-19 saat kalah oleh Bulgaria dan Kroasia, bukan karena persoalan fisik, namun lebih karena materi pemain yang diturunkan sejak menit awal didominasi muka baru yang masih butuh pengalaman dan jam terbang serta kemampuan skill individu yang kurang.

Baru, saat meladeni Arab Saudi, STy sudah tak keras hati, dan mau menurunkan pemain yang skill individunya lebih baik dan punya pengalaman dan jam terbang.

Bila pada akhirnya STy memberikan evaluasi bahwa para pemain Timnas U-19 masih kurang dalam "defend dan cover play" seperti diungkap dalam chanel You Tube PSSI, maka sejatinya sesuai dengan catatan saya, karena banyak pemain muka baru yang diturunkan maka keberanan dalam defend, yaitu memperjuangkan, membela, mempertahankan, dan bertahan nampak belum berani karena belum terjalin chemistry yang baik.

Selain itu, karena masih kurang chemistry jelas saja, persoalan cover play pun tentu menjadi masalah. Pemain banyak yang masih nampak bingung saat harus menutup lawan.setelah kehilangan bola, sehingga lawan dengan mudah lolos dan masuk ke sektor pertahanan dan penjaga gawang kita seakan dibiarkan untuk siap dijebol.

Menjadi pertanyaan pula, apakah dalam laga uji coba ke-10, STy akan tetap fokus pada fisik pemain? Selain melakukan evaluasi bahwa Timnas U-19 sangat kurang dalam defend dan cover play, apakah dalam laga versus Qatar di pertemuan pertama, STy tetap belum membekali pemain dengan taktik dan strategi bermain?

Memang, apa pun alasan STy dalam membesut Timnas U-19, karena memang masih dalam proses pembentukan tim, maka semua pernyataan STy sah-sah saja. Uji coba tetap tak memikirkan hasil akhir apakah menang atau kalah. Publik pun tetap harus bersabar atas upaya dan kinerja STY yang memang masih berproses.

Hanya lewat tulisan ini, kembali saya mengingatkan kepada PSSI maupun Direktur Teknik PSSI, boleh saja STy selalu memberikan alasan Timnas masih berproses. Namun, STy tetap harus diingatkan, agar menyuntik mental pemain untuk menjadi pemenang, bukan pecundang. Ini Timnas, bukan tim pembinaan seperti di sepak bola akar rumput.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN