Mohon tunggu...
Tonny Syiariel
Tonny Syiariel Mohon Tunggu... Lainnya - Travel Management Consultant and Professional Tour Leader

Travel Management Consultant, Professional Tour Leader, Founder of ITLA

Selanjutnya

Tutup

Foodie Artikel Utama

"Michelin Star", Status Impian Dunia Resto

18 Maret 2021   13:24 Diperbarui: 23 Mei 2022   22:12 1983
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Buku Panduan Michelin. Sumber: www.guide.michelin.com

Awalnya, sistem pemeringkat Michelin sangat terbatas, yakni hanya ada status satu bintang. Selanjutnya, pada tahun 1931, Michelin Guide memperkenalkan sistem pemeringkat baru, mulai dari non bintang, hingga bintang tiga. Dan akhirnya, pada tahun 1936, kriteria sistem pemeringkat bintang secara resmi dipublikasikan.

Sistem Pemeringkat Michelin Star. Sumber: www.guide.michelin.com
Sistem Pemeringkat Michelin Star. Sumber: www.guide.michelin.com
Hasilnya memang menakjubkan. Buku Michelin Guide menjadi sebuah buku panduan yang sangat laris nyaris tanpa saingan. Sementara itu, Michelin  juga melakukan pemeringkat ke lebih dari 30,000 restoran di lebih dari 30 teritori di seluruh dunia. Dan seperti ditulis di laman resmi Michelin Guide, buku panduan ini telah terjual lebih dari 30 juta kopi di seluruh dunia.

Inilah cikal bakal Michelin Star yang melegenda. Para inspektur itu yang disebut "Michelin Restaurant Inspector" hingga kini tetap anonymous alias tidak boleh dikenal ketika sedang menginspeksi sebuah restoran. 

Sangat berbeda dengan seorang Food Blogger atau Foodie yang umumnya identitasnya dikenal luas. Seorang "Michelin Restaurant Inspector" bekerja bak seorang agen mata-mata CIA.

Dengan cara kerja inspektur yang serba rahasia, maka pihak restoran tidak bakal tahu saat mereka datang menyamar sebagai pelanggan biasa. 

Dari hasil inspeksi ini, mereka akan membahasnya bersama inspektur dari berbagai wilayah lain untuk menentukan restoran mana yang layak mendapatkan penghargaan di setiap edisi.

Dengan posisi yang begitu penting dalam menentukan suatu rating, maka seorang Inspektur memang wajib memiliki beberapa core values (nilai utama) sesuai standar tinggi dari Michelin Guide. Prinsip atau nilai utama itu di antaranya, Anonymity, Independence, Expertise, Reliability, Passion dan Quality.

Ilustrasi Michelin Inspector. Sumber: www.guide.michelin.com
Ilustrasi Michelin Inspector. Sumber: www.guide.michelin.com
Nilai Anonymity (tanpa nama), misalnya, bertujuan agar sang inspektur tetap tidak boleh dikenal agar dapat memastikan dirinya tidak mendapatkan layanan spesial yang bisa mengganggu kredibilitas Michelin Guide. 

Sedangkan, Independence (kebebasan) artinya sang inspektur wajib bekerja secara bebas dan tidak terikat pada organisasi manapun selain dari Michelin Group. Para Inspektur juga selalu membayar makanan yang sedang di-review.

Memang tidak mudah untuk menjadi seorang Inspektur. Tetapi, profesi ini kini menjadi salah satu profesi idaman di dunia. Betapa tidak, gaya hidup para inspektur memang sangat menarik. Selain banyak melakukan perjalanan ke berbagai negara, setidaknya tiga minggu dalam sebulan, mereka pun rutin mengunjungi berbagai restoran mewah. Sedikitnya 10 restoran dalam seminggu. Dan semuanya dibayar perusahaan. Amazing!

Lalu apa saja yang biasanya dinilai dari sebuah restoran untuk bisa masuk sebagai salah satu restoran yang direkomendasikan untuk memperoleh Michelin Star?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun