Mohon tunggu...
Tonny E. N
Tonny E. N Mohon Tunggu... Ana Lapangan

Menulis, menulis dan menulis untuk mengabadikan suara hati dan buah pikiran melalui TULISAN. Email : tonnyeliaser@gmail.com_ WA/HP : 082247942122_ Facebook : Tonny E. N

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Berperan Selaras: Hard Skills dan Soft Skills dalam Dunia Kerja

30 Oktober 2020   01:53 Diperbarui: 30 Oktober 2020   02:27 125 9 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berperan Selaras: Hard Skills dan Soft Skills dalam Dunia Kerja
Ilustrasi Foto : ekrut.com

Beberapa tahun lalu waktu saya masih bergelut di dunia perkuliahan,  sebelum kuliah dimulai di ruang kelas pada awal semester,  biasanya dosen terlebih dahulu akan memberitahukan kriteria penilaian belajar mahasiswa kepada mahasiswa-mahasiswi.

Dosen diberi tanggung jawab untuk melakukan penilaian secara objektif akan kemampuan keilmuan (hard skills)  dan aspek afektif (soft skills)  mahasiswa.

Sebagai seorang mahasiswa yang memiliki kemampuan intelektual yang mau dibilang pas-pasan,  saya masih bangga dengan diri saya karena selalu mendapat penilaian soft skill (dalam hal sikap) yang cukup baik dari dosen, hehehe.

Masa kuliah merupakan kesempatan seorang mahasiswa membekali dirinya dengan pengetahuan bidang keilmuannya, mengasah pola pikir agar menjadi lebih kritis,  membentuk karakter dan lain-lain.

Intinya adalah semakin memperdalam dan memperkuat kemampuan hard skills dan dan nilai-nilai soft skills.  Semua itu untuk mempersiapkan dirinya terjun berkiprah di dunia kerja.

Kurang lebih enam tahun atau dua belas semester lamanya barulah saya menyelesaikan pendidikan strata satu di perguruan tinggi.

Di dalam waktu enam tahun yang penuh lika liku itu,  saya tidak hanya mengisinya hanya dengan sekedar belajar,  belajar dan belajar. Kuliah,  kuliah dan kuliah. Lulus semua mata kuliah,  semua SKS terpenuhi dan mengerjakan penelitian Tugas Akhir sampai raih gelar sarjana.

Saya juga mendapat kesempatan terlibat dalam kegiatan-kegiatan organisasi mahasiswa internal kampus.  Saya menjadi salah satu mahasiswa yang dipercaya menduduki kepengurusan-kepengurusan yang strategis untuk mengurus organisasi.

Ya pantasan saja, idealnya mahasiswa menyelesaikan strata satunya sekitar empat sampai lima tahun,  saya malah keteledoran sampai enam tahun  untuk saya isi tidak hanya dengan kuliah tapi juga mengembangkan soft skills pribadi melalui aktifitas organisasi internal kampus.

Tidak apa-apalah, wisuda semester berapa saja tidak menjadi tolak ukur kesuksesan dan  besarnya kualitas pendidikan serta pengalaman seseorang  ketika nantinya akan terjun ke dalam dunia kerja.

Bukan tentang seberapa lama atau cepat kita kuliah di kampus,  tapi seberapa banyak pengetahuan keilmuan dan pengalaman-pengalaman berharga yang kita peroleh dari waktu kuliah. Ini prinsip pemahaman saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN