Tommy TRD
Tommy TRD Penulis

Just a Writer...

Selanjutnya

Tutup

Teknologi

Sejawat ITB untuk Kaum Dhuafa di Kabupaten Agam

11 Februari 2019   18:13 Diperbarui: 11 Februari 2019   20:55 67 0 0
Sejawat ITB untuk Kaum Dhuafa di Kabupaten Agam
Bupati Agam Dr. Indra Catri

Mendahului kabupaten dan kota lain di Propinsi Sumatera Barat, Kabupaten Agam kini memiliki ATM Beras. Sebuah mesin yang sudah menjadi perbincangan beberapa waktu lalu di pulau Jawa, kini hadir di Sumatera Barat untuk pertama kalinya.

Ada yang unik dari mesin ATM Beras ini. Tidak saja dari bentuk dan fungsi, namun juga dari sosok yang ada dibalik kehadiran mesin itu di Kabupaten Agam. Bukannya mampir pertama kali di ibukota suatu propinsi seperti di Bandung dan Jakarta, mesin itu malah mampir dan beroperasi pertama kali di Kabupaten Agam, yang jaraknya sekitar 2 jam berkendara dari Padang.

Jika membahas fungsinya, jelas ini merupakan hal baru. Jika ATM Perbankan disebut Anjungan Tunai Mandiri, dan mengeluarkan lembaran uang. Maka ATM Beras ini disebut Anjungan Terima Mandiri, dan produk yang dikeluarkan adalah beras dengan jumlah tertentu. Dari sisi bentuk, bentuknya tidak jauh beda dengan mesin ATM yang mengeluarkan uang. Perbankan silahkan geleng-geleng kepala melihat kreatifitas ini, diperbolehkan.

Lalu apa yang menjadikannya unik di Agam ? Adalah sosok-sosok yang ada dibalik keberadaan mesin itu di Agam. Oke, kita mulai dari kreator mesin itu sendiri, Bapak Budi Adji. Alumnus Teknik Elektro ITB kelahiran 12 Januari 1961 itu mulai berpikir untuk membuat ATM Beras ini berangkat dari keprihatinannya akan ribet dan ruwetnya pembagian beras untuk kaum dhuafa. 

Dari keprihatinan itu, ia mulai melakukan riset hingga kini ATM Beras inisiasinya sudah beroperasi di beberapa daerah di Indonesia, dan sudah hampir pasti daerah yang akan menggunakan ATM Beras miliknya ini akan semakin bertambah. Bahkan alat yang sudah ia miliki patennya ini membuat beberapa negara di timur tengah tertarik. Tentunya bukan hal asing bagi seorang alumnus ITB untuk menghasilkan hal-hal yang kreatif. Siapa yang tidak tahu dengan ITB ?

Sosok kedua, Dr. Indra Catri. Bagi pembaca yang belum mengenal nama ini, ia adalah Bupati Kabupaten Agam Propinsi Sumatera Barat. Lulusan ITB juga. Bedanya adalah, Indra Catri memiliki karir puluhan tahun sebagai birokrat, sebelum menjadi pejabat negara seperti saat ini. Namun, hingga sudah menjadi Bupati dua periode sekalipun, sosok teknokrat khas lulusan ITB dari dirinya belum lah hilang. Malah ia berhasil menyandingkan latar belakang teknokratnya dengan kemampuan birokratnya dalam mengelola pemerintahan. Hasilnya ? Sebuah penyelenggaraan pemerintahan yang terukur, cerdas dan berilmu.

Terakhir, tanpa mengeyampingkan peran, tentu tidak bisa ditinggalkan donatur dibalik kedatangan mesin ATM Beras itu di ranah Agam. Adalah dr. Syaiful Ichwan, Sp.BS beserta keluarga, yang saat ini berdomisili di Jakarta. Perantau Agam yang telah berdonasi untuk mendatangkan mesin itu ke kampung halamannya. Keberadaan ATM Beras itu sendiri telah memberikan cara baru bagi para perantau yang ingin mendonasikan sebagian rezkinya untuk kemaslahatan ummat di kampung halaman. Sebuah cara yang belum pernah ada sebelumnya di ranah minang.

Begitulah cerita yang ada di balik ATM Beras pertama di Sumatera Barat yang berlokasi di Kecamatan Tilatang Kamang itu. Ada sejawat ITB dibalik upaya meringankan beban kaum dhuafa. Sama-sama memasuki gerbang ITB pada tahun 1980, satu di jurusan Teknik Elektro, satu lagi di jurusan Planologi. Satu concern dengan keilmuannya, yang satu lagi concern dengan policy nya. Semoga semua pihak yang yang telah berusaha, mendapatkan amal jariyah yang tidak terputus hingga akhir masa, Aamiiin...