Mohon tunggu...
Boristoteles
Boristoteles Mohon Tunggu... Aktor - Filsuf

Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Berkunjung sebagai Cendekiawan, Kunjungan Jokowi ke Rusia Tergolong Sukses

3 Juli 2022   08:23 Diperbarui: 3 Juli 2022   08:28 171 9 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber gambar Kompas.com

Entah kenapa banyak orang berpikir bahwa ketika presiden Jokowi bertemu dengan Vladimir Putin perang di Ukraina wajib langsung berhenti. Bagi saya itu adalah ekspektasi yang tidak rasional.

Bahkan kalaupun Putin menghentikan perang itu tidaklah terjadi seperti membalikkan telapak tangan, ada proses penarikan pasukan, jaminan keamanan pasukan Rusia yang mundur dari Ukraina, dan pemenuhan kesepakatan antara Rusia dan Ukraina.

Maka tidak rasional kalau kita berharap kedatangan Jokowi ke Rusia langsung menghentikan perang. Tapi tidak fair juga kalau menganggap kunjungan Jokowi ke Rusia gagal. Buat saya kunjungan Jokowi ke Rusia justru bisa dikatakan sukses besar.

Mengapa demikian? Kita bisa melihat dari cara Vladimir Putin menyambut Jokowi. Jika para pemimpin dunia sebelumnya dijamu dengan Meja Panjang, Jokowi disambut dengan meja kecil sebagai simbol keakraban dan keramahtamahan Rusia pada Jokowi.

Hal ini karena Jokowi berkepala dingin dalam menghadapi Gejolak yang timbul sebelumnya. Seperti kita tahu Konferensi Tingkat Tinggi G20 akan diadakan di Bali pada bulan Desember nanti. Masalah muncul karena para pemimpin Eropa dan Amerika mengancam tidak hadir kalau Putin turut hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi itu.

Para pemimpin Eropa dan Amerika berdalih tidak ingin duduk semeja dengan Putin karena perang yang dilakukannya di Ukraina. Jokowi tidak merespon apapun Sampai akhirnya dia melakukan kunjungan ke Ukraina lalu ke Rusia.

Inilah yang saya sebut dengan kecendekiawanan Jokowi. Banyak orang meremehkan, kok Jokowi mengunjungi presiden Volodymyr Zelenskyy lebih dulu? Dan bukan langsung menghadap Vladimir Putin. Inilah kesuksesan Jokowi yang tidak dapat dilihat banyak orang.

Pertama, Jokowi adalah presiden yang gemar mengkomunikasikan pesannya secara simbolik. Maka saat dia mengunjungi Ukraina terlebih dahulu, melihat korban serangan Rusia, Jokowi ingin menegaskan pada Putin bahwa dia tidak datang dengan informasi yang sekedar "katanya" atau Berdasarkan informasi dari media saja.

Jokowi sudah melihat sendiri bagaimana dampak serangan Rusia di Ukraina. Sehingga Putin tidak dapat berdalih bahwa yang mereka Serang hanyalah pangkalan militer atau pusat senjata biologis Amerika, seperti yang sering didalihkan oleh Putin selama ini. 

Maka saat berhadapan dengan Putin, posisi Jokowi sangat kuat. Di sisi lain Kenapa Jokowi mengunjungi Putin dan Zelenskyy, adalah dengan harapan bahwa kiranya kedua pemimpin tersebut dapat datang ke Indonesia pada saat KTT di Bali nanti. Seperti kita tahu sejak perang dimulai Zelenskyy dan Putin belum pernah bertemu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan