Mohon tunggu...
b
b Mohon Tunggu... Kompasianer

Terimakasih buat teman teman yang sudah membaca, vote, dan memberi komentar.Semoga banyak rezekinya ya

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Donald Trump Kalah, Biden Lemah Seperti Obama, Kecemasan Prabowo-Luhut

6 November 2020   16:25 Diperbarui: 6 November 2020   16:29 3554 16 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Donald Trump Kalah, Biden Lemah Seperti Obama, Kecemasan Prabowo-Luhut
images-1-5fa401338ede480b7c360e82.jpeg

"Harusnya setiap Menteri Pertahanan cemas jika Donald Trump kalah dalam pemilihan presiden Amerika Serikat."

Saya heran melihat menteri atau presiden yang tenang-tenang saja melihat perkembangan pemilihan presiden di Amerika Serikat. Tenang-tenang di sini bukan berarti para pemimpin negara di Indonesia harus grasak-grusuk tidak jelas atau memihak pada salah satu calon.

Tapi maksud saya, minimal keresahan itu ada jika salah satu calon terpilih. Mengapa demikian? Karena seminimal -minimalnya kebijakan luar negeri Amerika turut mempengaruhi peran Indonesia di Kancah internasional.

Bukan hanya peran Indonesia di ranah internasional tapi bagaimana posisi kedaulatan Indonesia kedepannya. Jangan diartikan pernyataan ini bahwa kedaulatan Indonesia bergantung pada negara lain.

Tapi kebijakan luar negeri Amerika turut mempengaruhi keuntungan keuntungan yang didapat Indonesia dalam relasinya dengan negara lain. Misalnya dalam 2 isu besar saat ini yaitu Laut Cina Selatan dan Natuna.

Laut Cina Selatan sekalipun sudah diputuskan pengadilan internasional bahwa itu adalah zona bebas navigasi, dan klaim Cina tidak sah, nyatanya Cina terus membangun pangkalan militernya di kawasan itu.

Maka dalam hal ini, Amerika Serikat maju di bawah pemerintahan Donald Trump head to head melawan Cina. Jika ada keuntungan yang dihasilkan Donald Trump bagi banyak negara dalam kepemimpinannya itu adalah menyangkut kedaulatan dan militer.

China misalnya dibuat berang oleh Amerika Karena menterinya berkunjung ke sana dan Amerika juga menjual senjata ke Taiwan. Bagi china-taiwan sendiri adalah provinsinya yang membangkang, tapi bagi Taiwan mereka adalah negara yang merdeka dan berdaulat.

Itu kenapa Taiwan terus melakukan perlawanan terhadap Cina. Mereka tidak mau bernasib serupa seperti Hongkong yang diambil dengan paksa oleh Cina. Lalu siapa lagi pendukung Taiwan kalau bukan Donald Trump.

Donald Trump bukanlah presiden yang hobi berpidato layaknya Obama, Jika dilihat dari kebijakan pemerintahannya selama 4 tahun, sesuai dengan background-nya Donald Trump adalah presiden yang bisnis oriented.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN