Mohon tunggu...
b
b Mohon Tunggu... Kompasianer

Terimakasih untuk teman2 yang sudah vote dan berkomentar di artikel saya

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Mengaku Salah Kritik Jokowi, Fahri Hamzah Ajak Kekuasaan Berkolaborasi

23 September 2020   13:25 Diperbarui: 23 September 2020   14:26 430 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengaku Salah Kritik Jokowi, Fahri Hamzah Ajak Kekuasaan Berkolaborasi
Sumber gambar tribunnews.com

Seperti yang diketahui belakangan ini fahri hamzah sedang diputar habis-habisan oleh netizen. Pasalnya fahri hamzah dinilai menjilat ludah sendiri oleh banyak pihak. Sebab partai Gelora yang didirikannya kini mendukungkung anak Jokowi dan menantunya dalam pilkada di Solo dan di Medan.

Oleh sebab itu Fahri Hamzah belakangan begitu sibuk meng-counter para netizen yang coba menyerangnya di Twitter. Bahkan dalam ucapan terbarunya melalui Twitter tampaknya Fahri Hamzah mulai mengkoreksi jalan pikirannya yang selama ini menggebu-gebu, untuk mengkritik Jokowi.

Begini bunyi ucapan terbaru Fahri Hamzah di twitter-nya. " aku sudah pensiun dari pejabat negara... Terima kasih harapan kalian yang besar. Izinkan kami menata ulang Semuanya dari awal. Kita harus mau restrict kolaborasibagiNKRI"

Kita tahu bahwa jalan pikiran kita dipengaruhi oleh dengan siapa kita bergaul. Kita tahu bahwa selama ini Fahri Hamzah bergaul dengan kader-kader PKS di mana memang dipakai itulah dia menjabat.

Di dalam tubuh PKS sendiri ada begitu banyak pihak yang kontra terhadap pemerintahan Jokowi dari periode pertamanya. Maka bisa jadi sikap Fahri Hamzah selama ini tidak murni dari pikirannya sendiri, bisa jadi sebagai sikap tunduk pada partai atau mungkin dipengaruhi oleh kebanyakan teman-teman di PKS.

Namun jalan pikiran Fahri Hamzah yang saat ini ditunjukkannya memang berbeda dengan apa yang dia Ekspresikan saat masih menjabat di PKS. Apakah Fahri Hamzah akhirnya menyadari bahwa ternyata terlibat langsung untuk mengurus negara terasa lebih produktif dibandingkan hanya memandangnya dari luar saja.

Atau Fahri Hamzah merasa bahwa ternyata mengurus negara tidak semudah kelihatannya. Sehingga saat ini dia ingin turut serta membantu pemerintah titik sebab kalau kita lihat status-status terbaru dari Fahri Hamzah memang semua mengarah kepada ajakan untuk ambil bagian dalam aksi pemerintah.

Padahal kalau kita lihat penampilannya di media seperti Indonesia Lawyer Club misalnya, Tak jarang Fahri Hamzah mengkritik pemerintah dari dasar-dasarnya. Fahri Hamzah selalu membicarakan kritik besar dimana presiden saat ini tidak mampu menjalankan roda pemerintahan. Fundamental sekali kritiknya.

Hal-hal di atas adalah penjelasan murni Fahri Hamzah yang berubah. Tapi saya yakin semua tidak sesederhana itu. Saya yakin Fahri Hamzah Punya agenda besar dibalik dukungannya kepada putra Jokowi dan menantunya.

Apalagi Gelora adalah partai baru tentu perlu panas dan nebeng pada keterkenalan pihak lain. Jika partai Gelora bermain sendiri mereka tidak akan mampu menyaingi PKS yang sudah lebih dulu single Fighter, dan juga kuat dalam politik identitasnya.

Sementara partai Gelora dari yang terlihat sekilas sepertinya akan memainkan politik nasional tanpa embel-embel identitas. Seperti agama Suku ataupun budaya. Tentu segmentasi partai seperti ini sudah dikuasai oleh PDIP Golkar hingga Nasdem.

Memang tampaknya partai Gelora akan kesulitan juga, sebab partai ini tidak memiliki media besar seperti yang dimiliki oleh Nasdem. Argumen ini juga tampaknya lemah mengingat partai yang didirikan pada Hary Tanoesoedibjo di mana dia memiliki banyak media toh buktinya kalah juga.

Hal itu dibuktikan oleh PSSI bagaimana mereka lebih aktif di platform dan media yang digandrungi anak muda titik seperti YouTube Instagram Twitter dengan konten-konten yang menarik perhatian Bahkan tak jarang menjadi viral walaupun ujung-ujungnya diolok-olok.

Tapi yang penting kan Bagaimana partai tersebut mampu menarik atensi masyarakat. Maka langkah Fahri Hamzah dan Partai Gelora sesungguhnya sudah tepat, kalau partai Gelora tidak mendukung anak dan mantu Jokowi maka pemberitaan tentang mereka tidak akan pernah muncul ke publik.

Tapi dengan mendukung putra Jokowi dan menantunya pemberitaan tentang partai mereka ramai di mana-mana Sehingga ini adalah keuntungan secara marketing. Tanpa harus membayar mahal partai mereka terus diberitakan. Bisa dikatakan ini pun adalah kecerdasan dari Fahri Hamzah.

Alasan partai Gelora mendukung putra Jokowi sangat jelas, mengingat PDIP masih berpotensi untuk berkuasa sampai tahun 2024 dan setelahnya. Karena menurut hasil survei tokoh-tokoh dari PDIP masih merajai popularitas calon presiden pada tahun 2024. Jadi kita tunggu saja....

VIDEO PILIHAN