Mohon tunggu...
Boris Toka Pelawi
Boris Toka Pelawi Mohon Tunggu... Aktor - .

.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Bolehkah Orang Kristen Memberikan Kritik kepada Pendeta?

18 Mei 2020   17:03 Diperbarui: 19 Mei 2020   18:29 2533
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ini adalah tulisan ke dua saya tentang dunia kekristenan. Beberapa waktu saya yang lalu saya menulis Pendeta Kristen Saling Serang karena Corona, Berbahayakah? Masih ada hubungannya dengan fenomena pada tulisan tersebut, tapi kali ini saya mau membahas sisi lainnya.

Media sosial seperti youtube, facebook, blog hingga instagram turut dipakai oleh gereja-gereja di Indonesia untuk mengabarkan injil yang adalah kabar baik.

Namun tampaknya tak semua pengabaran itu adalah injil yang sesuai Alkitab, sehingga menimbulkan pro kontra dikalangan pengajar dan pengkotbah kristen.

Misalnya pengakuan Pendeta Niko Njotorahardjo yang disuruh secara langsung oleh Tuhan untuk menghentikan Corona, dan pendeta Yakub Nahuway yang bilang bahwa corona virus punya mata dan hanya menyerang orang yang tidak percaya (tidak beriman kepada Yesus Kristus). Untuk lebih jelasnya silahkan baca tulisan saya yang saya sebut di atas.

Saya tambahkan, bahkan ada pendeta bernama Iin Tjipto yang mengaku disuruh Tuhan untuk berperang melawan Corona ke kutub utara. Namun dalam kesaksiannya yang cukup bikin heboh, ditemukan banyak kejanggalan.

Akhirnya kejanggalan itu dibongkar dan menuai polemik, ada yang tetap percaya, ada yang mengecam kok orang masih percaya dengan ajaran yang tidak sesuai fakta serta Alkitab.

Muncullah peringatan dari orang-orang yang menganggap pendeta itu adalah orang yang diurapi Tuhan, jadi jangan macam-macam nanti kita bisa "ditampar" Tuhan. Bisa kualat, begitu kurang lebih.

Dalam Efesus 4:11-12 yang berbunyi:

"Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus." Memang Tuhan memakai jabatan-jabatan tertentu untuk menyampaikan pesannya.

Jika di perjanjian lama menggunakan para Nabi, maka di perjanjian baru para Rasullah yang menyampaikan pesan Tuhan. Rasul dalam pengertian ini adalah kedua belas murid Yesus Kristus yang menemaniNya selama Dia melayani di bumi sebelum naik ke Sorga.

Jika nabi menyampaikan pesan Tuhan dengan berkata, "Allah berkata.." Maka saat Yesus, yang adalah Allah yang mahatinggi turun menjadi manusia ke bumi, Dia langsung berkata, "Aku mengatakannya kepadamu."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun