Mohon tunggu...
b
b Mohon Tunggu... Kompasianer

Terimakasih buat teman teman yang sudah mrmbaca, vote, dan memberi komentar.Semoga banyak rezekinya ya

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Kumpulan Sesal untuk Jiwa yang Mulai Matang

11 Mei 2020   07:43 Diperbarui: 11 Mei 2020   07:45 86 18 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kumpulan Sesal untuk Jiwa yang Mulai Matang
ilustrasi pixabay

Walaupun hidup bukan untuk disesali, tapi seiring bertambahnya usia akan ada satu titik dimana kita mulai mengevaluasi perjalanan hidup yang sudah kita lalui.

Tentu dengan "world of view" yang lebih luas dan penuh pengalaman. Beberapa orang tua yang pernah saya dengar sering berkata bahwa mereka menyesal karena dulu begitu pemarah, begitu kasar, dan berbagai penyesalan lainnya.

Penyesalan itu biasanya muncul seiring pertobatan yang dialami seseorang. Maka penyesalan itu muncul bukan soal usia, tapi pada titik mana kita menyadari segala kesalahan dan punya niat untuk jadi manusia yang lebih baik ke depannya.

Menurut saya pribadi, rasa sesal yang cukup itu baik untuk memperbaiki diri. Bukan hanya rasa sesal sebenarnya, rasa khawatir yang cukup juga baik untuk manusia melihat masa depannya.

Seperti seorang anak yang mulai khawatir akan masa depannya, dia cemas tak bisa membanggakan orang tuanya, maka rasa khawatir itu mulai memunculkan sisi dewasanya.

Dia mulai memikirkan hal-hal yang penting dan berguna. Dengan demikian rasa cemas dan takut dapat menjadi motivasi terbesarnya agar tak mengecewakan orang disekitarnya.

Demikian juga dengan rasa sesal yang cukup dapat berguna untuk mengingatkan kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. Tentu tidak baik kalau rasa cemas, penyesalahan, dan takut  berlebihan.

Orang yang merasakan sesal dan cemas berlebih, malah berbahaya karena cenderung menyalahkan diri untuk sesuatu yang sudah terjadi.Padahal yang sudah lewat ya sudah.Jangan memvonis diri apalagi sampai tak bisa memaafkannya.

Kalau dilihat positifnya sebenarnya rasa sesal adalah tanda untuk kejiwaan yang mulai matang dan dewasa. Anak kecil tak mungkin memikirkan hal-hal semacam ini. Setelah melakukan perjalanan yang panjang, banyak perpindahan, dan melihat banyak hal, kita mulai bijaksana.

Pada titik inilah kita mulai melihat kebenaran. Saat kebenaran dinyatakan pada kita, maka yang salah akan terlihat. Tanpa bermaksud mencari kesalahan, maka kita mulai bisa melihat apa dan mana yang salah.

Inilah terang yang mencelikkan mata yang buta. Esok hari tentu banyak misteri yang belum kita mengerti, tapi jiwa yang matang turut membawa prinsip-prinsip untuk melakukan suatu yang benar. Sehingga kita tak perlu melakukan kesalahan yang sama, atau setidaknya kita bisa meminimalisirnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x