Mohon tunggu...
Boris Toka Pelawi
Boris Toka Pelawi Mohon Tunggu... Aktor - .

.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Kenapa Harus Takut Memulai Sesuatu dari Nol?

2 Mei 2020   12:00 Diperbarui: 2 Mei 2020   12:10 519
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Beberapa bulan yang lalu saya menyusul salah seorang rekan untuk keluar dari perusahaan tempat kami bekerja.Setelah memikirkannya dengan matang, saya memutuskan untuk lulus dari perusahaan tersebut.Ketika proses pengunduran diri sudah selesai ternyata timbul kegalauan di hati saya.

Apakah langkah saya sudah tepat, apakah perusahaan yang saya tuju jauh lebih baik, atau malah lebih buruk.Saya terus diombang ambingkan perasaan ini.

Apakah saya akan menemukan rekan kerja yang menyenangkan seperti di tempat sebelumnya? Saya terus dihantui perasaan cemas untuk kembali beradaptasi dengan lingkungan serta rekan yang baru.

Akhirnya saya mengirim pesan lewat WhatsApp pada kawan saya yang sudah lebih dulu resign itu.Tujuan saya ingin bertukar pikiran.Saya ingin tahu apakah dia mengalami apa yang saya alami ketika pindah tempat kerja.

“Bray pas lu resign galau gak bray?” Begitu bunyi pesan yang saya kirim padanya.Tak berapa lama kemudian dia membalas.

“Gak bro.Karena rezeki gw udah dipersiapkan sama Allah bro.Tinggal gw usahain aja.Lu juga harusnya gitu bro.”

Lalu saya bertanya lagi,”Iya bro betul juga.Tapi gak galau soal berpisah sama kawan-kawan bro?” Saya bertanya demikian karena saya selalu merasa cemas untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.Maklumlah, walaupun ganteng saya ini pemalu.Lalu kawan saya itu membalas lagi.

“Kenapa mesti galau bro, kan masih bisa kumpul di luar walaupun beda kantor.”Benar juga pikir saya.

“Tapi lu pernah nyesal gak karena udah resign bro?” Kembali saya bertanya.

“Kagak broo.Kalau mau resign memang harus yakin dulu.Kalo lu belum dapat kerjaan lain pasti galau bro.” Balasnya lagi.

“Okelah bro, berarti gak salah ya kalau gw resign?” Tanya saya lagi meyakinkan diri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun