Mohon tunggu...
Boris Toka Pelawi
Boris Toka Pelawi Mohon Tunggu... Aktor - .

.

Selanjutnya

Tutup

Financial Artikel Utama

Financial Advisor di Perusahaan Asuransi, Profesi Apa Sih Itu?

11 Juli 2019   17:12 Diperbarui: 11 Juli 2019   20:56 8954
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bisa kita lihatlah kondisi bank saat ini. Jumlah orang yang datang ke bank itu terus berkurang. Semua sudah pakai gadget. Setiap hari saya melihat nasabah datang ke bank minta tolong buat dibikinin m-banking. Jadi bagi Financial Advisor yang ditempatkan di cabang yang sepi, mau gak mau,ya harus turun ke lapangan.

Financial Advisor juga sering keluar, tapi biasanya lebih nemuin nasabah dengan kategori HVC (high value case).Jadi apa menariknya jadi seorang Financial Advisor? Kalo gaji gak usah ditanya,seorang Financial Advisor tuh bisa punya penghasilan tak terbatas. Sama seperti sales pada umumnya.

Tapi dari sisi nonduitnya, menurut saya pekerjaan ini menarik dan menantang. Setelah saya pelajari produknya, saya melihat bagaimana produk asuransi itu bermanfaat sekali buat mereka yang memilikinya.

Ah buat apa kan sudah ada BPJS dari pemerintah?

Pertanyaan saya, apakah kalau kita dirawat inap BPJS akan mengganti biaya yang terjadi selama di rawat inap? Misalnya ongkos bulak-balik dari rumah ke RS, dan juga biaya-biaya lainnya. Dengan memiliki produk asuransi kesehatan jika suatu saat terjadi risiko sakit maka pihak asuransi akan menanggung biaya-biaya yang terjadi,tentu sesuai dengan produk yang diambil.

Saya bukan mau dagang di sini loh ya...Ini cuman satu contoh di mana menarik dan menantangnya menjadi seorang Financial Advisor. Bagaimana mengelola pikiran orang lain agar terbuka, dan sadar tentang pentingnya asuransi bagi keluarga. Ntar deh saya bakal cerita lebih teknis tentang dunia yang sendiri juga baru belajar.

Bukan hanya harus menguasai produk (product knowledge) yang menantang buat saya adalah bagaimana saya harus bisa menjual sesuatu yang barangnya tidak ada. Kalo sales semen, jelas semennya ada. Kalo sales rokok jelas rokoknya ada. Lah kalo asuransi? Kita tuh menjual sesuatu yang gak ada barangnya. Kita menjual sesuatu yang belum dibutuhkan orang lain.

Kita menawarkan perlindungan kesehatan pada orang yang jelas-jelas sehat. Whatttttttt!!!!! Ya memang produk asuransi harus dibeli orang sehat. Kalo udah sakit,gak akan ada perusahaan asuransi yang mau nanggung. Secara pribadi, menjadi seorang financial advisor membuat saya tertantang untuk terus belajar: dunia komunikasi juga dunia sales. Mulai dari teknik closing, hingga three magic word dalam berkomunikasi. Apa itu three magic word? Semacam salam gitulah.

Saya juga jadi makin tertarik memahami dunia keuangan. Mulai dari reksadana, saham, hingga harga unit dan istilah-istilah lain yang selama ini hanya bisa saya baca di layar televisi. Saya juga gak tahu kenapa saya bisa nyangkut pada pekerjaan ini. Tapi ada sebuah kutipan yang saya baca di dinding kantor kerja saya, bunyinya begini:

Life begins at the end of your comfort zone

Saya gak bilang jadi Financial Advisor itu enak, tekanannya juga ada. Atasan pasti nekan kita buat capai target. Piuhh. kalo bisa jadi PNS saya bakal milih jadi PNS. Tapi toh kenyataannya saya bukan PNS.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun