Boris Toka Pelawi
Boris Toka Pelawi Editor

Beli novel saya di playstore https://play.google.com/store/books/details?id=lgxeDwAAQBAJ ----------- Tulisan di luar politik klik link berikut www.kompasiana.com/tag/boristokapelawi

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Menebak Langkah Politis Surat Wasiat Prabowo

15 Mei 2019   23:23 Diperbarui: 15 Mei 2019   23:35 1394 9 5
Menebak Langkah Politis Surat Wasiat Prabowo
tribun news

Ngotot dan sangat berambisi, itulah yang ditunjukkan Prabowo Subianto pada pilpres kali ini.Memang yang namanya orang bertarung, pasti pengen menang.Karena kekalahan memang menyakitkan.Tapi sikap ngotot tanpa diimbangi sportivitas inilah yang berbahaya.

Bahaya untuk Prabowo, pendukungnya juga untuk Indonesia.Tampaknya sudah habis akal Prabowo dan tim pemenangannya untuk menggugat kekalahan yang dialaminya.Rasa frustasi itu sudah tampak sejak masa kampanye.

Saat itu, hasil berbagai lembaga survey yang menunjukkan Jokowi selalu unggul atasnya, coba dicarikan solusinya.Maka lahirlah propaganda ketakutan ala Donald Trump.Mulai dari Indonesia akan bubar pada tahun 2030, kekayaan negara bocor ribuan triliun, hingga negara dikuasai oleh asing.

Propaganda ini cukup efektif, lebih tepatnya cukup membuat para pendukung Prabowo semakin fanatik.Namun naasnya tak cukup logis untuk membuat pendukung Jokowi sebelumnya hingga mereka yang belum punya pilihan beralih memilih Prabowo.

Ditariknya Sandiaga Uno untuk mengambil suara milenial dan emak-emak pun tak cukup berhasil.Sama halnya dengan Jokowi, pemilihan Ma'ruf Amin sebagai wakilnya pun tak memberi efek positif seperti yang diharapkan.

Namun untuk urusan milenial, Jokowi lebih unggul daripada Sandiaga Uno apalagi dengan Prabowo.Sekalipun tak lagi muda, Jokowi adalah satu-satunya presiden yang memberi perhatian lebih pada generasi ini.

Lihat saja aksi Jokowi saat ngevlog dan jadi youtuber, kurang goks apa coba.Demikian juga dengan aksinya mengundang para influencer hingga youtuber ke istana, Prabowo apa mengerti dengan yang begituan?

Bahkan Jokowi sangat perduli dengan perkembangan e-sport di Indonesia.Itu sebabnya pertanyaan tentang Mobile Legend muncul saat debat pilpres ketika itu.Sayangnya Prabowo menganggap hal itu tidak penting dan malah membahas soal pertanian.

Jadi bisa dipastikan suara milenial sudah dimenangkan Jokowi.Usaha menggugat kekalahan terus berlanjut saat pemilu usai.Serangan pertama adalah isu curang.Prabowo terus menuduh telah terjadi kecurangan yang masif serta terencana.

Bahkan barusan ini Prabowo menulis surat wasiat yang salah satu isinya menyinggung tentang kematian demokrasi di Indonesia.Bukankah kita baru saja memilih pemimpin negara secara jujur, rahasia dan bebas? Dimana letak kematiannya.

Lagian ini adalah usaha menggugat yang panik dan plin-plan.Sebab sebelumnya Prabowo sudah mengklaim bahwa dirinya menang sebesar 62 persen.Bahkan deklarasi kemenangannya sudah dilakukan empat kali saat KPU belum mengumumkan hasil apapun.

Baru-baru ini angka kemenangan diturunkan menjadi sekitar 54 persen, padahal kondisinya Jokowi lah yang unggul dengan angka tersebut.Ini membingungkan.Kalau memang yakin menang, kenapa menuduh pilpres kali ini curang?

Artinya Prabowo menang dengan hasil curang? Atau Jokowi curang tapi Prabowo tetap menang? Lalu mengapa Prabowo segelisah itu kalau memang dia menang.

Isu curang kurang menggigit didoronglah isu people power.Tapi aksi ini terlalu brutal.Prabowo menghadapi situasi dilematis.Kalau dia menyerukan people power maka integritasnya tentang persatuan dan cinta tanah air akan hancur.Maka Prabowo coba meredam aksi ini di depan umum, gak tahu kalau dibelakang bagaimana.

Tapi karena ulahnya itu, muncul kemarahan diantara pendukungnya, lahirlah video-video provokatif.Yang paling parah adalah ancaman untuk presiden Jokowi, dan pelakunya kini sudah diamankan polisi.

Kasihan rakyat yang kecil yang tak tahu apa-apa, bukannya menikmati pesta demokrasi tapi malah menderita dibalik jeruji.Manusia memang cenderung mirip dengan indolanya, kalau idolanya tak bisa menerima kekalahan begitu jugalah pendukungnya.

Jalur Mahkamah Konstitusi pun sudah disepakati tak akan ditempuh oleh Prabowo, sebab memang mereka tak punya cukup bukti untuk menunjukkan kecurangan secara masif yang dilakukan oleh kubu Jokowi.

Maka kemarin Prabowo mengundang media asing untuk memberitakan kecurangan pemilu di Indonesia.Katanya anti asing pak.Belum apa-apa Prabowo sudah mempermalukan negaranya.

Maka kini hanya aksi "ngambek" yang bisa dilakukan Prabowo dan tim pemenangannya.Melalui surat wasiatnya, seperti yang diungkapkan juru bicara BPN Prabowo-Sandi, saya malah menangkap nuansa provokatif, bukan pesan perdamaian.

Seperti poin tidak menerima kekalahan, situasi saat ini sangat genting dan akan terus berjuang bersama pendukungnya tentang hasil pilpres.Hmm kok rumit banget ya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2