Kandidat Pilihan

Interpretasi Kekesalan Jokowi yang Harus Dijawab Prabowo

11 Februari 2019   14:25 Diperbarui: 11 Februari 2019   16:20 202 3 0
Interpretasi Kekesalan Jokowi yang Harus Dijawab Prabowo
Kompas.com

Setelah merasa diam cukup lama dari serangan lawan politiknya, akhirnya presiden Joko Widodo mulai menunjukkan sisi lain dari dirinya. Jokowi yang selama ini selalu merasa "aku rapopo" tiap kali diserang merasa perlu bersikap. Hal itulah yang ditunjukkannya di hadapan alumni SMA Jakarta yang baru mendeklarasikan dukungan mereka di Istora Senayan, Minggu (10/2/2019).

Dalam kesempatan tersebut Jokowi tampak menjawab isu-isu fundamental yang selama ini dilayangkan kepadanya. Sejak melepas jabatan walikota Solo dan bertarung pada Pilgub DKI Jakarta, memang sosok Jokowi terus diserang oleh isu yang tak berdasar. Memang, dalam beberapa isu bukan lawan politiknya yang langsung menyerang. Tapi isu tersebut digoreng melalui jaringan media sosial yang terorganisir.

Salah satu contohnya adalah Saracen yang mempunyai 2000 akun media sosial yang kemudian berkembang menjadi 800.000 akun dan digunakan untuk menyebar konten kebencian. Salah satu sasarannya adalah Joko Widodo yang memiliki posisi kuat di dunia politik. Bukan hanya Jokowi, Ibunda Jokowi pun sempat menjadi korban fitnah dari gerakan ini.

Jonru Ginting adalah salah satu orang yang pernah menyatakan melalui status di media sosial tentang ketidak jelasan orang tua Jokowi. Padahal saat itu ibunda Jokowi masih sehat dan hidup. Akibat ulahnya yang menebar hoax Jonru pun harus berurusan dengan penegak hukum.

Maka di hadapan alumni SMA Jakarta yang mendeklarasikan diri mendukungnya Jokowi pun mulai menyerang balik para penuduhnya. Salah satunya adalah tuduhan yang mengatakan bahwa dia adalah Presiden antek asing. 

Beberapa pemberitaan yang ada kaitannya dengan tuduhan ini misalnya tentang Indonesia yang diserbu pekerja dari China dan Hutang luar negeri termasuk pendanaan infrastruktur dari negeri tirai bambu tersebut.

Seolah membantah pengaitan isu tersebut yang mengindikasikan bahwa dia pro terhadap asing Jokowi menjawab,"Empat tahun dikatakan Presiden Jokowi antek asing. Empat tahun! Saya diam, saya diam. Tetapi saat ini adalah saatnya saya berbicara," kata Jokowi.

Jokowi pun menyinggung sesuatu yang tak pernah dilakukan para pendahulunya, yaitu tentang merebut kembali aset negara yang sempat dikelola oleh asing. Seperti Blok Mahakam yang sudah dikelola Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation selama 50 tahun. Kini Blok Mahakam sudah diambil alih dan dikelola Pertamina.

Blok Rokan yang sudah puluhan tahun dikelola oleh Chevron. Kini Blok Rokan sudah dimenangi oleh Pertamina. Kemudian juga soal Freeport yang mayoritas sahamnya sudah dikuasai oleh Indonesia.T ermasuk pembubaran pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang selama ini diindikasikan jadi sarang mafia migas.

Kekesalan Jokowi, selain karena tuduhan itu sendiri juga karena diamnya dia selama ini dianggap bentuk ketakutan. Padahal dia sudah menunjukkan keberaniannya dengan membubarkan serta mengambil kembali aset negara dari perusahaan asing sesuai dengan ketentuan undang-undang.

Anggaran negara yang bocor ratusan triliun juga menjadi kegelisahan Jokowi. Menurut Jokowi tuduhan Prabowo yang membabi buta hanya akan menciptakan keresahan ditengah-tengah masyarakat. Padahal semua anggaran yang masuk dalam APBN sudah disetujui oleh seluruh fraksi di DPR, begitu juga dengan laporan pertanggungjawabannya. Semua fraksi menandatangani laporan pertanggungjawaban tersebut.

Jokowi seolah ingin bilang  bahwa Prabowo tidak mengerti proses APBN dianggarkan.Tak mau kalah dengan Prabowo, Jokowi juga mengucapkan kata bocor berulang-ulang dengan berapi-api. 

Menurut Jokowi jika ada kebocoran terjadi pasti sudah terdeteksi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Atau seperti yang dikatakannya selama ini, jika Prabowo punya bukti silahkan saja melaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jokowi juga menjawab kritik Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tentang infrastruktur. Selama ini ada kesan bahwa Prabowo bisa menyelesaikan seluruh persoalan bangsa tanpa membangun dulu infrastrukturnya. Seperti yang dikatakan Jokowi, Infrastruktur merupakan syarat agar negara ini bisa bersaing dengan negara maju. Atau katakanlah bisa menjadi negara maju.

Saya pribadi setuju, coba sebutkan negara maju mana yang infrastrukturnya tertinggal? Tidak ada. Dalam hal pembakaran BBM misalnya, menurut saya dengan kemacetan yang terjadi saat ini, Indonesia sudah rugi banyak. Baik dari efisiensi waktu, juga ekonomi secara makro.

Terakhir Jokowi meminta agar bangsa Indonesia bersikap optimis.Jangan pesimis dengan mengatakan bahwa Indonesia akan bubar pada tahun-tahun mendatang.

Pembangunan infrastruktur dapat dilihat sebagai bentuk optimisme bangsa ini mengejar ketertinggalan dari negara lain.Pembangunan infrastruktur adalah bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Lalu bagaimana Prabowo menanggapi serangan balik Jokowi, tentu pantas ditunggu.Mengingat betapa menjenuhkan debat formal yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) harusnya Prabowo bisa merespon agar apa yang tak terucap saat acara debat dapat tereksplorasi.

Tapi tentu diharapkan Prabowo bisa menyerang dengan lebih rasional. Sebab sampai sekarangpun saya belum menangkap model pembangunan yang akan digulirkan Prabowo jika dia terpilih sebagai presiden. Menarik ditunggu aksi yang lebih berkualitas dari Prabowo mengingat dia adalah penantang dan bukan pertahana.

Penikmat yang bukan pakar