Boris Toka Pelawi
Boris Toka Pelawi karyawan swasta

Nominator Kompasiana Awards 2017 Kategori Best in Specific Interest . My Youtube Channel : https://www.youtube.com/channel/UCFJk69nv3ihkMYX_XDU7ZqA/videos?view_as=subscriber

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Isu Agama, Kritik Netizen di Awal Kepemimpinan Ridwan Kamil

14 September 2018   18:31 Diperbarui: 14 September 2018   18:52 440 4 0
Isu Agama, Kritik Netizen di Awal Kepemimpinan Ridwan Kamil
ilustrasi Pepnews.com

Melalui media sosial, Ridwan Kamil, langsung melontarkan beberapa gebrakan awalnya dalam memimpin Jawa Barat.Pemekaran wilayah, program 100 hari kerja, dan yang mendapat sambutan hangat adalah idenya untuk penggunaan teknologi pagar pembatas jurang bersilinder putar untuk mengurangi resiko kecelakaan di jalan raya.

sumber gambar instagram ridwan kamil (UNTUK MENGURANGI KECELAKAAN di jalan besar antar kota antar propinsi yang berliku dan banyak melewati jurang, Pemprov Jabar akan menggunakan teknologi baru pagar pembatas jurang bersilinder putar. Pagar ini memiliki tabung silinder yang bisa berputar. ia mengubah energi tabrakan linear menjadi energi rotasi sehingga mobil menjadi melipir kesamping ketimbang terus ke depan. Sementara teknologi ini adalah buatan Korea Selatan. Semoga solusi ini membuat jalanan kita lebih aman. Hatur Nuhun)
sumber gambar instagram ridwan kamil (UNTUK MENGURANGI KECELAKAAN di jalan besar antar kota antar propinsi yang berliku dan banyak melewati jurang, Pemprov Jabar akan menggunakan teknologi baru pagar pembatas jurang bersilinder putar. Pagar ini memiliki tabung silinder yang bisa berputar. ia mengubah energi tabrakan linear menjadi energi rotasi sehingga mobil menjadi melipir kesamping ketimbang terus ke depan. Sementara teknologi ini adalah buatan Korea Selatan. Semoga solusi ini membuat jalanan kita lebih aman. Hatur Nuhun)
Seperti yang saya jelaskan sebelumnya melalui tulisan berjudul Mewaspadai Ide Mubazir Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, bukan Ridwan Kamil namanya kalau tak membuat program yang high tech dan sensasional.Saya sih setuju saja dengan program ini, karena secara konsep sepertinya memang bagus untuk pengendara jalan raya.Semoga pengaplikasiannya di lapangan tak mengecewakan.

Semua bermula saat di twitter, seorang netizen bertanya apakah maghrib mengaji berlaku untuk semua wilayah di jabar? Ridwan Kamil menjawab, program yang dibuatnya di kota Bandung tersebut akan dimasifkan ke seluruh wilayah jabar.Muncul pertanyaan lanjutan dari netizen,"Apakah ada juga program Pemprov untuk pemberantasan buta huruf Ibrani, huruf Kanji, Sansekerta, lontara dan lain-lain, pak? Apakah juga ada program ke gereja berjamaah, ke pura, klenteng dan wihara berjamaah?"

Ridwan Kamil menjawab,"Ada. Program pendidikan membaca kitab suci utk anak2 umat Hindu juga sdg disiapkan. Artinya Jika ada yang mau pasti kami bantu. Kemarin Program ATM beras warga miskin ada di Masjid2 juga ada di gereja. Karena Pancasila adalah landasan pengambilan keputusan. Harus Adil."

Beberapa netizen tampaknya gerah karena Ridwan Kamil terlalu sibuk mengurusi persoalan agama.

Diambil Dari Twitter Ridwan Kamil
Diambil Dari Twitter Ridwan Kamil
Ada yang menuduh Ridwan Kamil mabok agama hingga ingin terlihat islamis.Sebenarnya sebagai seorang pemimpin Ridwan Kamil punya kejelian memanfaatkan popularitas dan pengaruhnya untuk mengajak masyarakat pada hal baik.Misalnya saja kemarin saat dia mengadakan kompetisi berfoto sambil pelukan yang terinspirasi dari rangkulan Jokowi dan Prabowo saat Asian Games berlangsung di Indonesia.

Lalu apa yang salah dengan program keagamaan Ridwan Kamil yang bersifat campaign? Apa yang salah dengan program mengaji dan membaca kitab suci? 

Menurut saya penyebabnya karena banyak orang, terutama pemimpin hingga tokoh agama yang membuat citra ritual agama itu sendiri menjadi buruk.Ada pemimpin yang begitu marah saat kitab sucinya dihina, tak  tahunya malah jadi tersangka korupsi.Fenomena dan kasus yang tak disangka menimpa tokoh-tokoh yang harusnya jadi panutan membuat masyarakat begitu jengah dengan kepalsuan.Sehingga niat baik pun kini dicurigai.

Saya tahu Ridwan Kamil adalah pemimpin yang merangkul semua pemeluk agama.Buktinya saat terjadi penolakan oleh ormas ilegal terhadap Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal di Gedung Sabuga,  Emil, sapaan akrabnya, langsung meminta maaf dan memfasilitasi ulang kegiatan tersebut.

Lagian dalam konteks jawa barat, ada begitu banyak permasalahan di provinsi ini.Terutama kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.Masyarakat sudah tidak sabar menanti gebrakan nyata Ridwan Kamil.Diharapkan ada pembangunan infrastruktur baru.Bukan memoles-moles yang sudah ada.Apalagi sekedar membuat taman tematik dengan nama yang unik.

Program Ridwan Kamil yang bersifat keagamaan dikritik beberapa kalangan karena diharapkan sebelum membuat program lain, Ridwan Kamil menepati dulu janji-janji kampanyenya.Jangan lain yang dijanjikan, lain pula yang dikerjakan.Saya pribadi berharap Ridwan Kamil tak mengumbar pencapaian yang tak relevan dengan keadaan umum masyarakat jawa barat.

Jangan sampai kelak ada pencapaian yang diakuinya bahwa masyarakat jawa barat adalah masyarakat paling bahagia di Indonesia.Saya kira ditengah ketertinggalan seperti saat ini jangan bicara hal yang abstrak dulu.

Sekalipun Ridwan Kamil sadar akan kepopulerannya dan paham akan kekuatan media sosial, pada dasarnya dia bukanlah seorang influencer .Itu hanya fungsi lain dari dirinya sebagai tokoh, dia adalah eksekutor yang harus jadi bapak pembangunan jawa barat.

Saya yakin masyarakat jawa barat tidak anti terhadap himbauan moral, hanya saja dalam situasi panas seperti sekarang ini, rakyat jabar lebih mengharapkan perubahan.Daripada membuat program hasil angan-angan, alangkah lebih baiknya Ridwan Kamil mengevaluasi program gubernur sebelumnya.Mana yang harus dilanjutkan, mana yang sudah selesai, dan mana yang harus disingkirkan.

Dengan potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata jawa barat ini termasuk menyedihkan.Kemiskinan masih tampak jelas dari ketimpangan pembangunan.Lahan pertanian makin habis oleh konglomerasi jaringan bisnis pengusaha.Dengan luas wilayah dan tanahnya yang subur jawa barat bahkan harusnya menjadi pemasok pangan terbesar di Indonesia.

Belum lagi dari lautnya yang luas, Pangandaran contohnya.Selain bisa jadi sektor wisata, potensi perikanannya juga sangat besar.Ayo dong kang Emil, lebih terbuka sama sektor rill.Konsep pembangunannya lebih lokal tapi tepat sasaran.Berhentilah bermain dengan kata-kata.Pembangunan manusia memang penting, tapi secara ilmiah, kesejahteraan, lapangan pekerjaan, hukum yang ditegakkan adalah dasar pembangunan manusia yang terasa lebih nyata.

Membangun manusia bukan mengurus moral mereka, tapi perhatikan setiap kebutuhan hidupnya.Saya yakin, kebutuhan akan jalanan yang lancar tak berlubang-lubang, irigasi pertanian, sistem beli hasil pertanian yang menguntungkan para penanam sangat dibutuhkan.Saya harap Ridwan kamil tak punya agenda lain dalam beberapa tahun kedepan sehingga lebih mengejar pencitraan daripada memperbaiki kerusakan di lapangan.

Saya harap isu agama ini tak berkepanjangan, dan alangkah baiknya Ridwan Kamil blusukan, cek apa yang harus dilakukan daripada melempar program yang basa basi di media sosial..


Penikmat yang bukan pakar