Boris Toka Pelawi
Boris Toka Pelawi karyawan swasta

Nominator Kompasiana Awards 2017 Kategori Best in Specific Interest . My Youtube Channel : https://www.youtube.com/channel/UCFJk69nv3ihkMYX_XDU7ZqA/videos?view_as=subscriber

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Cara Agar Tulisanmu Menjadi Headline di Kompasiana

12 September 2018   19:42 Diperbarui: 12 September 2018   20:33 630 36 26
Cara Agar Tulisanmu Menjadi Headline di Kompasiana
ilustrasi pixbay

Kalau saya sudah menulis tentang kompasiana, bisa dipastikan itu karena saya gak tahu harus menulis apa. Jadi daripada gak nulis sama sekali, maka saya mau nulis tentang tulisan yang jadi headline atau artikel utama di Kompasiana. Kita semua tahulah, kalau tulisan kita jadi artikel utama, kemungkinan dibacanya itu lebih banyak. Secara tulisan kita itu tampil paling atas di halam depan kompasiana.

Sepuluh artikel pilihan jumlah keterbacaannya bisa kalah dengan satu artikel utama. Saya yakin bukan semata-mata karena artikel tersebut nongol dibagian paling atas halaman. Tapi karena faktor psikologi juga.

Normal saja, orang pasti mengklik jejeran tulisan artikel utama karena menilai artikel tersebut bagus. Kalau gak bagus gak mungkin jadi artikel utama. Jadi, label artikel utama itu sudah jadi garansi bahwa apa yang kamu tulis itu memang punya nilai lebih.Hal itulah yang bikin orang lebih tertarik membaca tulisan yang jadi artikel utama.

Bagus disini bukan soal pintar merangkai kata. Bagus disini bisa dilihat dari berbagai sisi, misalnya tulisan saya yang berjudul Persiapkan Diri, Pendaftaran CPNS 2018 Segera Dibuka dan Saya Kecewa Joko Widodo Memilih KH Ma'ruf Amin sebagai Wakilnya pada Pilpres 2019, kedua tulisan tersebut biasa saja, tapi diberi label artikel utama, kenapa demikian? Kalau menurut saya karena kedua artikel tersebut membahas hal yang baru atau sedang terjadi.

Kedua artikel tersebut saya posting di Kompasiana hanya beberapa menit setelah penerimaan resmi CPNS diumumkan dan Jokowi mengumumkan nama cawapresnya. Jadi tips pertama, kalau mau tulisan kamu dikasih label headline tulislah sesuatu yang lagi hot.

Tapi bukan berarti, karena ingin jadi orang pertama yang menuliskannya di kompasiana, maka mengabaikan kualitas tulisan. Contohnya, dua artikel saya tentang review film berjudul Wiro Sableng Versi Vino G Bastian, Tolong Dibuatkan Sekuelnya! dan Ulasan Film The Nun, Kehilangan Sisi Mistis Karena Terlalu Seram hanya diberi label pilihan. Padahal saya adalah orang pertama yang menuliskan review kedua film tersebut di Kompasiana. Kenapa tidak jadi headline?

Ya karena memang ulasannya terlalu apa adanya, jadi admin kompasiana menunggu ulasan yang lebih komprehensif dari kompasianer lain.

Terbukti kok, biarpun saya posting duluan, tapi review kompasianer lain tentang kedua film tersebutlah yang diberi label headline. Jadi tips kedua adalah, tulislah dengan komprehensif, makin detail makin bagus. Jiwailah platform ini kalau memang mau jadi penulis yang sering dikasih label headline. Kalau gak mau yaudah terserah.

Selanjutnya buatlah judul yang hanya dalam beberapa kalimat tapi mengandung premis (ide dasar) yang kuat. Berikut beberapa judul tulisan saya yang jadi headline, Konten Kreator Dulu, Kehidupan Pribadi Kemudian, Percuma Viral Kalau Tak Punya Penggemar, Jangan Usik Temanmu dengan Pernikahan Mantan Pacarnya. Enakkan dibaca judulnya?

Keliru jika kita membuat judul yang clickbait di kompasiana. Di youtube clickbait sih bisa jadi trik handal biar videomu ditonton banyak orang, tapi yang saya pelajari hal tersebut tidak berlaku di kompasiana. Tips ketiga mulailah dari memikirkan judul. Buat saya judul bukan hanya kepala tulisan.

Judul buat saya juga adalah kompas untuk bisa menyelesaikan sebuah tulisan. Ibaratnya film inti ceritanya sebenarnya hanya satu, cuman sub ceritanya ada banyak. Sama halnya dengan tulisan, pesannya sebenarnya hanya satu, tapi argumen pendukungnya banyak.

Kalau saya tak bisa menemukan sebuah judul, maka saya tak akan bisa membuat satu tulisanpun. Saya sering banget sekarang melihat kompasianer yang bikin judul asal jadi. Judul yang menarik membuat orang tertarik untuk membaca, bikin kita juga lebih mudah untuk mengembangkannya.

Lalu tulislah seorisinil mungkin. Tulisan yang sederhana tapi jujur jauh lebih enak dibaca daripada yang dibuat-buat. Maka tips keempat adalah jadi orisinil. Kalau sudah orisinil berati sudah include jadi unik dan jadi beda. Jadi berbeda tidak dipermak dari luar, tapi dimulai dari dalam diri. Dengan niat yang jujur saat menulis, kita mendapat bonus sebuah citra yang disebut dengan ciri khas.

Tips kelima, usahakan tulisanmu jangan terlalu pendek. Sekarang saya sudah gak kuat menulis sampai 1500 kata. Dulu rata-rata tulisan saya sampai 1500 kata, kalau gak di atas seribu kata rasanya gak puas. Sekarang tulisan saya hanya ada dikisaran 750-1000 kata saja. Maklumlah saya sudah semakin tua.

Kalau terlalu pendek ditakutkan tulisanmu tidak komprehensif. Lain hal kalau fiksi. Kalau cerpen atau puisi gak mesti panjang-panjang tulisannya.

Di bawah 500 kata juga sudah bisa keren, tergantung kita merangkai katanya gimana. Tapi untuk kamu yang menulis artikel, entah politik, tips, opini,dll, belajarlah untuk menjelaskan lebih banyak, tapi bukan mengulang-ulang apa yang sudah dituliskan sebelumnya. Beri lebih banyak data, informasi, teori, contoh dan argumenmu. Pasti tulisan kita akan jauh lebih menarik.

Dan tips yang terakhir adalah hal-hal teknis. Ouh iya, saya sering melihat kompasianer baru yang nulis tapi gambarnya gak jelas ataupun gak dikasih gambar. 

Wajibkanlah setiap tulisanmu memakai gambar, pilihlah gambar terbaik yang ada di internet. Karena gambar yang kualitasnya bagus dan nyambung dengan isi tulisan juga berpengaruh untuk menarik minat pembaca. Lagian pas kamu melihat beranda akun kompasiana milikmu akan tampak lebih cantik jika setiap artikelmu diberi gambar.

Demikian juga dengan penulisan, pemilihan kata, dan cara bertutur kita. Saya juga masih banyak salah sih, baik dari segi tata bahasa ataupun tanda baca. Tapi jangan fokus kesana dulu, belajar saja dulu cara menuangkan ide dengan baik (kecuali gambar ya, menurut saya artikel-artikel tanpa gambar yang tayang di kompasiana bikin tampilan kompasiana malah jadi jelek banget)

Saya pikir segini dulu, semoga berguna,happy writing.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2