Boris Toka Pelawi
Boris Toka Pelawi karyawan swasta

Nominator Kompasiana Awards 2017 Kategori Best in Specific Interest

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Percuma Viral Kalau Tak Punya Penggemar

9 Agustus 2018   14:41 Diperbarui: 9 Agustus 2018   17:03 762 8 6
Percuma Viral Kalau Tak Punya Penggemar
ilustrasi pixabay.com

"Social media is about being social; going viral is all about you"

Salah satu tanda akhir zaman katanya adalah, manusia akan semakin mencintai dirinya sendiri (self-love). Anjayy... Pembukaannya ngeri amat ya haha.

Saya bahkan baru tahu, kenapa ada begitu banyak korban dalam tragedi tenggelamnya kapal Titanic di Samudra Atlantik Utara pada tanggal 15 April 1912 silam. Bukan karena kurangnya jumlah sekoci, melainkan karena penumpang kapal Titanic kala itu mayoritas diisi oleh bangsawan kaya raya yang mencintai dirinya sendiri.

Mereka berusaha menyelamatkan diri mereka masing-masing, walaupun isi sekoci masih bisa dimaksimalkan. Inilah bahayanya kalau kita dikelilingi oleh orang yang begitu self-love.Kita menjadi tidak aman.

Sipp ini intermezzo sahaja..

Bisa dikatakan sekarang ini, dorongan untuk mencintai diri sendiri begitu terfasilitasi dengan adanya media sosial, ataupun platform youtube yang banyak digandrungi kawula muda sebagai jalan alternatif untuk jadi terkenal.

Saya ambilkan beberapa contoh, kelompok youtubers bernama Trollstation di Inggris harus mendekam di penjara karena membuat video prank perampokan palsu pada dua galeri seni di London.

Lalu ada youtuber Logan Paul yang dikecam dunia terutama masyarakat Jepang karena merekam orang bunuh diri di hutan Aokigahara, hutan yang dikenal sebagai tempat masyarakat Jepang mengakhiri hidupnya dengan berbagai alasan.

Belum lama ini seorang youtuber Indonesia juga harus berurusan dengan masalah hukum karena video yang diunggahnya. Berhubung videonya sudah di-private oleh si empunya, saya bakal coba tampilin videonya yang sudah dikomentarin oleh Brandon Kent prankster top asal Indonesia.

Jadi intinya gini, Tierison ini adalah YouTubers gaming. Pada videonya yang jadi heboh itu dia mengomentarin salah seorang YouTubers gaming juga.

Tetapi komentarnya pada video tersebut memang berlebihan karena banyak kalimat kasar, pencemaran nama baik, fitnah, dan terdapat pelanggaran UU ITE. Yah percuma lah dia nge-private videonya yang bikin heboh ini, karena sudah keburu "diamankan" oleh netizen Indonesia.

Tak terima namanya dicemarkan, orang yang namanya disebut oleh si Tierison ini pun akhirnya melapor ke polisi. Jadilah YouTubers gaming yang masih muda ini berurusan dengan pihak berwajib.

Coba tonton video permintaan maafnya, salah satu alasannya membuat video tersebut katanya karena ingin mengetes subscriber. Kurang lebih artinya ya biar videonya mendapatkan perhatian lebih dan jumlah penontonnya semakin banyak.

Dan dia berhasil untuk itu....

Rata-rata tujuan para konten kreator yang berusaha menjadi viral adalah meningkatkan popularitas. Tapi menurut saya menjadi viral tak sama dengan terkenal. Pernah nggak kalian melihat artis yang menerima sebuah penghargaan, yang dia lakukan pasti berterima kasih pada penggemarnya yang selama ini telah mendukungnya dalam berkarya.

Tanpa sekumpulan penggemar tak ada yang namanya idola. Tanpa penggemar kita bukanlah seorang bintang, kita bukanlah siapa-siapa, hanya manusia biasa sama seperti yang lainnya.

Jadi percumalah viral kalau kita gak punya penggemar. Untuk sesaat bisa saja kita punya partisan, yang ada di pihak kita untuk sekadar pro melawan mereka yang kontra.

Maksud saya tentu viral dalam arti negatif ya. Ada juga kok, orang yang menjadikan momen viral sebagai pintu masuk karirnya. Misalnya aja Justin Bieber.

Waktu itu ibunya rajin mengunggah video berisi aksi Justin saat menyanyi di sebuah kompetisi. Dewi fortuna pun datang menghampiri. Seorang manajer artis kenamaan Amerika Serikat melihatnya, dan bummm si Justin jadi penyanyi terkenal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2