Togar Sianturi
Togar Sianturi lainnya

Jesus' Disciple|Frieda's Husband|Faithlene's and Gary's Daddy|GKDI Manado Pastor|Life Coach

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Jika Manusia Tak Mungkin Menaati Seluruh Hukum Taurat, Mengapa Allah Tetap Memberikannya?

14 Maret 2018   07:19 Diperbarui: 14 Maret 2018   09:16 925 1 1
Jika Manusia Tak Mungkin Menaati Seluruh Hukum Taurat, Mengapa Allah Tetap Memberikannya?
sumber gambar: cbnasia.org

Meski kita tidak pernah memiliki dan hidup di bawah hukum Taurat orang Yahudi namun kita tahu bahwa spirit dari hukum Taurat itu kita temukan di berbagai generasi dan peradaban, bahkan dalam hidup kita sendiri. Spirit itu adalah pemikiran bahwa kita bisa beroleh selamat dengan usaha kita sendiri menaati seluruh tuntutan hukum Allah.

Namun Paulus sebagai sosok saleh dan mantan pemimpin agama Yahudi mengaku bahwa tidak mungkin bagi manusia, dengan kemampuan sendiri, menaati seluruh hukum Taurat itu. Sebab semakin mereka mengetahui hukum itu, semakin mereka sadar bahwa mereka tak berdaya mengerjakan semuanya. Lalu mengapa Allah tetap memberikannya?

Paulus menjelaskan tujuan hukum Taurat diberikan adalah agar manusia bisa melihat keberdosaannya, memahami ketidakberdayaannya. Hukum Taurat adalah penuntun kita kepada kasih karunia Allah sebab kesimpulan Hukum Taurat adalah kasih. Jika kit mengasihi Allah dan sesama kita, kita sudah menggenapi seluruh maksud Hukum Taurat.. Dengan demikian manusia menjadi siap untuk kasih karunia dari Allah yang maha adil itu, satu-satunya pilihan bagi mereka.

Kristus yang membuat perbedaan dalam semuanya, Dia berkorban untuk menebus seluruh dosa-dosa manusia. Dosa-dosa yang tak seorang manusiapun sanggup membayarnya sendiri. "Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Roma 3:21-22."

Jadi cara untuk beroleh keselamatan adalah dengan percaya kepada Yesus Kristus dan pengorbananNya, kita menaruh iman kita padaNya. Dengan dan dalam iman itulah, kita menaati segala perintahNya.

Cara yang lama adalah dengan usaha kita sendiri, tetapi Allah tidak pernah memaksudkan itu, Dia tahu kita tidak mampu, kita pasti akan gagal. Seluruh rancangan penebusanNya bermuara kepada Yesus Kristus, Perjanjian Lama adalah tuntunan kepadaNya. Jika kita mengimani Perjanjian Baru itu maka kita akan mudah sekali memahami hukum Taurat serta semua isi dari Perjanjian Lama. 

Dalam banyak hal lain mungkin kita bisa berhasil dengan usaha dan daya upaya kita, tetapi jangan pernah mempertaruhkan keselamatan kita dengan cara usang itu. Hanya dengan iman di dalam Yesus Kristus, kita bisa dibenarkan.

1. ANDALKAN USAHA SENDIRI ATAU PAKAI CARA YESUS

Jika tersedia kekuatan ilahi, mengapa kita masih mengandalkan kekuatan manusia yang sangat terbatas? Berpuluh tahun Paulus mencoba usaha sendiri menaati seluruh hukum Taurat dan tidak berhasil, ia sangat bersyukur bahwa ia menemukan kasih karunia Yesus. Sehingga ia mengabdikan seluruh hidupnya untuk membawa berita Injil itu ke seluruh dunia. Percayalah pada Yesus Kristus, raihlah kasih karunia itu!

2. HATI-HATI DENGAN SPIRIT HUKUM TAURAT YANG MENGERINGKAN KASIH KARUNIA TUHAN

Bagian yang paling menyedihkan dari spirit hukum Taurat adalah bahwa orang yang  mengerahkan seluruh daya upayanya untuk memenuhi hukum Taurat akan berakhir dengan hati hampa dan kosong melompong. Mereka menjadi legalistik dan sama sekali tak bisa merasakan nikmat dan segarnya kasih karunia Tuhan. Mereka pun akan kental dengan pikiran sempit yang gemar menghakimi orang lain, merasa diri paling benar. Itu mengapa kita harus menjauhkan spirit itu dari hidup kita. Tetapi selalu harus ingat keseimbangannya sebab di ekstrem sebelahnya lagi adalah license di mana orang-orang bebas dan tampak hidup namun abai dengan perintah Allah. Miliki kemerdekaan sejati yang Tuhan Yesus tinggalkan bagi kita.

3. SELURUH PELAYANAN DAN PEKERJAAN KITA ADALAH BAKTI, BUKAN BUKTI

Allah tidak meminta kita membuktikan diri kita di hadapanNya, apa yang kita kerjakan dalam pelayanan dan hidup kita pribadi adalah bakti kita kepadaNya. Bukan untuk mendapatkan keselamatan itu, tetapi karena  kita mendapat keselamatan melalui iman kita. Kita tetap akan dihakimi menurut pikiran, perkataan dan perbuatan kita, tetapi hanya melalui iman kita telah dibenarkan!

Bapa, terima kasih untuk anugerah terbesar yang Engkau berikan bagi kami. Kami mau hidup di dalamnya senantiasa. Amen.