Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Menyimpan Dendam, Kebencian dan Trauma? Berarti Sakit!

10 Februari 2017   19:42 Diperbarui: 10 Februari 2017   19:56 2704
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
dendam ,kebencian dan trauma, jangan dianggap sepele,karena berpotensi menjadi sumber berbagai gangguan kesehatan/foto ilustrasi dokumentasi tjiptadinata effendi

Masih Menyimpan Dendam, Kebencian dan Trauma? Berarti  Sakit !

Pengertian sehat bila ditanyakan kepada masing masing pribadi,tentu akan menjawab secara sangat bervariasi. Ada jawaban yang bersifat basa basi, bilamana bertemu teman dan bertanya : "Halo Pak Rudy, lama tidak jumpa.Apa kabar nih?"

Dan biasanya jawaban yang diterima adalah : "Alhamdulilah sehat" atau "Puji Tuhan, saya sehat". Tentu saja jawaban ini memiliki arti ganda. Yang pertama,mungkin saja jawaban basa basi,karena tidak tega rasanya,begitu ketemu,terus menceritakan :" saya sakit ini dan itu".Atau boleh jadi jawaban jujur,dengan pengertian "sehat" menurut alur pikiran orang yang ditanya.

Dalam kalimat lain,bahwa  pengertian sehat dalam keseharian yang selama ini kita jumpai ,belum tentu merupakan sehat yang sesungguhnya .Bisa jadi "sehat" yang dimaksudkannya adalah sudah sembuh dari sakitnya .Atau "sehat", karena sudah bisa berjalan sendiri,tanpa menggunakan tongkat.

Mungkin sebelumnya tidak bisa berjalan, bahkan mungkin tidak dapat berdiri,tanpa tongkat dan kini sudah dapat berjalan sendiri dari kamar kekamar mandi tanpa tongkat ataupun bantuan anggota keluarga lainnya

Merujuk Pada Kriteria Sehat WHO

Merujuk pada kriteria sehat menurut WHO -World Health Organization, dapat dipetik point point penting , antara lain bahwa seseorang atau manusia itu baru dapat dikatakan sehat, bila kondisinya sehat lahir dan batin,serta mampu hidup berinteraksi dan bertetangga dengan baik.

Selanjutnya, disebutkan juga,bahwa manusia harus mampu menerima dengan ikhlas, suatu keadaan ,walaupun pada kenyataannya kondisi tersebut ,tidak sesuai dengan yang diharapkannya.

Atau dalam kalimat lain ,manusia baru dapat dikategorikan termasuk manusia yang sehat,tidak hanya bila tidak dalam keadaan sakit secara phisik,tetapi juga mampu menghadirkan kegembiraan hidup dalam dirinya. Serta mampu hidup mandiri dan melakukan aktivitas,sesuai dengan kapasitas masing masing.

Bila hanya sekedar bisa berjalan dirumah,makan dan ke kamar mandi,tentu bukan kondisi seperti ini yang dimaksudkan dengan manusia sehat.Apalagi bila untuk menunjang kelangsungan hidup,harus menunggu bantuan anggota keluarga ataupun orang lain

Pengertian Sehat Lahir Bathin

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun