Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Jangan Menjerumuskan Anak-anak Kita

17 Juni 2017   08:01 Diperbarui: 17 Juni 2017   14:10 405
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
keterangan foto: berikanlah kesempatan kepada anak anak kita untuk berlatih diri/dokumentasi tjiptadinata effendi

Memanjakan Anak Berlebihan ,Tanpa Sadar Kita Sudah Menjerumuskan Mereka
Setiap orang tua yang normal, pasti sangat menyayangi anak anak mereka. Baik yang kondisi ekonominya berkecukupan, maupun yang harus kerja mati matian agar dapat menyekolahkan anak anak mereka. Tidak jarang, orang tua menunda kepentingan pribadinya dan memprioritaskan kepentingan anak anak.

Sayangnya, saking terobsesinya untuk menunjukkan kasih sayang yang begitu besar, banyak orang tua yang lupa, bahwa anak anak mereka, suatu waktu harus mampu mandiri. Dan untuk dapat menjadi manusia yang mandiri harus dipersiapkan sedini mungkin. Dengan jalan memberikan kesempatan bagi anak anak, untuk belajar mandiri.

Hindari Memanjakan Berlebihan
Bayangkan kalau semua kebutuhan anak disediakan oleh Pembantu, mau makan disediakan, mau kesekolah sepatu disediakan, bahkan ketika akan mandi,handuk dan kelengkapan mandi juga sudah tersedia. Anak anak diperlakukan seperti gelas kaca, yang seakan akan,bila tersentuh agak keras akan pecah. Bila hal ini berlangsung terus,maka anak anak hanya bertumbuh kembang secara phisik dan usianya terus bertambah, namun hidupnya hampir seratus persen tergantung pada orang lain. Baik kedua orang tuanya ataupun tergantung pada pembantu

Tidak Ada Orang Tua Yang Mampu Menjaga Anak Seumur Hidup
Tidak masalah, misalnya anak anak ,karena belajar naik sepeda,suatu waktu terjatuh dari sepeda dan terluka. Atau mungkin juga karena mempersiapkan sarapannya, tanganya terluka kena pisau. Hal ini merupakan pelajaran berharga bagi anak anak, agar selalu hati hati
Sebesar apapun kasih sayang orang tua terhadap anak anaknya, suatu waktu yang namanya anak anak, akan menjadi dewasa dan harus mampu menghidupkan diri mereka sendiri, Mustahil orang tua dapat menjaga anak anaknya dan menyediakan segala kebutuhannya hingga mereka dewasa

Jangan Jerumuskan Anak Anak Kita
Memanjakan anak anak secara berlebihan,sesungguhnya tanpa sadar akan menjerumuskan mereka menjadi orang yang gamang dalam menghadapi kehidupan, Karena sudah terbiasa semuanya disediakan, maka sikap mental mereka akan mengambang. Menjadi peragu dan tidak berani mengambil keputusan.Sedikit saja ada masalah,langsung terpuruk.

Menyaksikan bahwa kenakalan remaja dan kasus kasus narkoba atau mabuk mabukan didominasi oleh  remaja dari kalangan orang berduit. Karena kebanyakan orang yang hiduipnya berkecukuipan, ingin memanjakan anak anak, tapi dengan jalan yang tidak tepat. Yang mengakibatkan terjadinya pernyesalan dibelakang hari.

Setiap orang tua, kaya atau miskin,pasti menyayangi anak anak mereka. Namun memanjakan secara berlebihan, malah akan menjerumuskan mereka menjadi sosok yang tidak mandiri

  • berikanlah kebebasan  bermain 
  • kebebasan untuk berlatih mandiri
  • jangan recoki semua kegiatannya
  • kesempatan untuk melakukan kreasinya

Kebebasan Bermain

Biarkanlah anak anak bermain secara bebas, selama tidak membahayakan diri mereka. Mungkin saja ketika berlari lari, mereka terjatuh dan lututnya terluka atau kepalanya mungkin benjol kebentur. Seperti anak baru belajar berjalan pasti pernah terjatuh .

Kebebasan Berlatih Mandiri

Berikanlah kesempatan anak anak,untuk menciptakan mainannya sendiri. Mungkin saja mereka gagal pada awalnya, tidak menjadi masalah, karena dengan demikian, anak anak memahami, bahwa kegagalan demi kegagalan, perlu dihadapi sebelum berhasil membuat mainan sendiri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun