Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Saya Mau Mengubah Nasib, Tapi dari Mana Harus Mulai?

4 Desember 2022   06:56 Diperbarui: 4 Desember 2022   08:20 448
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ket.foto : di Pasar inilah dulu kami tinggal selama bertahun tahun/ dokumentasi pribadi 

Berbagi Pengalaman Pribadi

Setiap orang pasti sudah tahu bahwa "Tidak seorangpun akan dapat mengubah nasib kita, kecuali kita sendiri Bahkan ada tertulis: "Tuhan tidak akan mengubah nasib sebuah kaum, bila kaum itu sendiri tidak mau mengubah nasibnya". 

Bila masih perlu untuk melengkapi, masih ada tulisan dalam bahasa Inggris: "Your destiny is in your hands and my destiny is in my hands". Yang dapat diterjemahkan secara bebas: "Nasib berada ditangan kita masing masing". Sedangkan takdir ada pada Tuhan.

Tapi banyak orang bingung, mau mulai darimana? Hidup morat marit, sehingga untuk makan saja,tidak jarang harus ngebon, dengan menebalkan kulit muka. Nah, ada juga tertulis: "Sebaik baiknya manusia, adalah yang hidupnya bermanfaat bagi orang lain" 

Bermanfaat bukan semata mata dimaknai bagi bagi nasi bungkus, karena bermanfaat memiliki makna yang mendalam. Salah satu cara untuk mengaplikasikan hidup berbagi adalah dengan jalan berbagi pengalaman pribadi. Bagaimana dalam keterpurukan hidup, kami bisa selangkah demi selangkah bangun dan bangkit, untuk mengubah nasib.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Langkah pertama ubahlah cara berpikir

Change your mind and your life will be changed. Campakkan jauh jauh pikiran yang selama ini memenjarakan pikiran, hati bahkan mungkin juga memenjarakan jiwa kita,yakni membiarkan sesat berpikir: "Memang begini nasib saya, mau apa lagi?"

Ubahlah dengan kalimat: "Kalau orang lain bisa ,saya juga pasti bisa" Kalimat ini perlu ditanamkan dalam hati, untuk menggantikan pikiran negatif yang selama ini menggegoroti hidup kita. 

Langkah kedua,mulailah melakukan sesuatu untuk perubahan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun