Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Ibarat Membesarkan Anak Buaya

14 September 2021   05:47 Diperbarui: 14 September 2021   05:50 177 31 10
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ibarat Membesarkan Anak Buaya
20210901-054403-613f55ec06310e2b0f6bf7f2.jpg

Dokumentasi pribadi 

Kecil Disayangi Tapi Sudah Besar Kita Dimakannya ,Mengapa Kejadian Semacam Ini Terus Berulang ?

Secara umum,orang yang melukai hati kita ,bahkan tega menohok ,justru adalah orang yang sejak kecil kita sayangi dan sudah dianggap sebagai anggota keluarga sendiri. Mengapa hal ini selalu terulang terjadi? Anak yatim piatu ,jadi pengangguran ,dikasih pekerjaan ,bahkan diperlakukan seperti anak sendiri. Datang kerumah ,dengan bebas buka kulkas dan duduk makan semeja dengan kami. Rasanya mustahil ya ,orang yang sudah disayangi secara tulus ,bisa berrubah hatinya,hanya karena uang. 

Dan hal ini kami alami secara berulang kali. Ingat hal ini,saya hanya bisa geleng geleng kepala ,karena serasa tidak yakin ada orang yang begitu tegaan. Tapi kenyataannya memang terjadi. Pelajaran hidup yang berharga bahwa " Uang miliki kekuatan dahsyat yang dapat mengalahkan kasih sayang " 

Demi uang ,ada orang yang tega menghianati orang yang menyayangi dirinya. Bahkan demi uang ada yang mau menghianati negara dan bangsanya .

Bukankah Ada Tertulis :"When I forgive ,I've Forgot? "

Kalau saya sudah memaafkan,berarti saya sudah melupakan. Nah,mengapa saya masih mengulangi menulis kisah ini ? Tujuannya adalah agar orang lain yang belum mengalaminya, menjadi mawas diri,agar jangan sampai mengalami seperti yang saya alami.Jadi tulisan ini,bukan main sandiwara sebagai Playing Vitcim,untuk menarik simpati para pembaca dan juga bukan untuk mendapatkan  branded sebagai "Opa yang baik"  .Sama sekali bukan itu maksud tulisan ini Melainkan semata mata,untuk mengingatkan agar dalam mengasihi  orang,jangan sampai overdosis memberikan kepercayaan .

Percaya Sepenuh Hati,Tapi Kontrol Tetap Harus Diterapkan 

Ada tertulis :" Kasih itu janganlah pura pura"  Maksudnya ,janganlah kita menjadi manusia munafik,pura pura menyayangi,tapi dibelakang ,orang diceritakan kejelekan sifatnya.  Karena itu,kalau kita menyayangi orang yang sudah dianggap sebagai anggota keluarga sendiri,tentunya  jangan setengah  hati. Tapi dalam memberikan kepecayaan ,khusunya dalam masalah uang,maka kontrol tetap harus diterapkan. 

Justru sifat saya ,yang oversdosis memberikan kepercayaan,maka orang tergoda untuk melakukan tindak kejahatan. Bukankah ada kalimat :"Kejahatan terjadi,bukan hanya karena adanya niat dari Pelakunya,tapi juga karena ada kesempatan . Dan kesempatan yang dimaksudkan adalah termasuk overdosis kepercayaan . Akibatnya,kita akan kehilangan dua kali. Pertama orang yang sudah kita anggap sebagai keluarga sendiri ,dan kedua adalah kehilangan secara finansial ,karena dibawa lari oleh orang yang kita percaya seperti anak sendiri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan