Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Bersih Itu Bagian dari Keindahan

5 Mei 2021   18:32 Diperbarui: 5 Mei 2021   18:37 290 20 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bersih Itu Bagian dari Keindahan
Dokumentasi pribadi

Menyaksikan Keindahan Menghadirkan Kebahagiaan

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Seperti yang sudah pernah saya tuliskan dalam bentuk curhat terselubung, bahwa dulu saya punya impian, di hari tua ingin tinggal di desa yang jauh dari kebisingan. Bahkan untuk mewujudkan impian saya, yang juga merupakan impian belahan jiwa saya, kami sudah membeli tanah yang cukup luas di daerah Kinali, Pasaman Barat. Tanah berstatus Hak Milik, bahkan jalan dari mulai  selepas DMJ - Daerah Milik Jalan hingga tiba di lokasi tanah milik kami juga kami beli dan bersertikat Hak Milik.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Tetapi manusia boleh saja berencana, Tuhan yang menentukan. Rencana tinggal rencana, bahkan tanah kami sudah diserobot orang dan hingga kini kami hanya pegang Sertifikat, tapi tidak bisa masuk ke tanah sendiri. Apalagi sejak kami pindah ke Jakarta dan kelak pindah ke Australia.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Sewaktu Tinggal Di Jakarta Sempat Sedih

Tinggal di Jakarta menyebabkan kehidupan suasana  desa yang menjadi impian saya mendadak buyar total, bahkan sebagai ganti hutan yang menghijau, di mana-mana yang tampak adalah hutan belantara beton. Kalau dulu sewaktu masih di kampung halaman, kami saling kenal dengan orang sekampung, sejak tinggal di Apartement, tetangga sebelah dinding saja tidak saling kenal. Sempat saya merasa sedih karena impian untuk menikmati suasana desa berubah ujud menjadi daerah asing di mana orang tidak saling kenal.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Indah Pada Waktunya

Sejujurnya, dulu setiap kali mendengarkan kalimat, 'Semua akan indah pada waktunya", saya hanya tersenyum sinis dan merasa hanya sebagai kalimat penghibur hati yang lara saja. Tetapi ternyata benar. Kini kami tinggal di desa Burns Beach yang jauh dari keramaian. Menurut data yang dapat dibaca pada prasasti yang terpancang di sana, penduduknya hanya berjumlah 3.377 orang berdasarkan sensus tahun 2018. 

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Dan hanya sekitar 20 orang yang berusia di atas 75 tahun. Berarti kami berdua termasuk di antaranya. Menikmati taman taman yang bersih dan indah, serta memandangi laut yang memesona, saya menyadari, bahwa benarlah, 'Semua akan indah pada waktunya".

Kami baru saja kembali dari duduk di pantai sambil menyaksikan matahari terbenam sambil mereguk masing masing secangkir capucinno hangat, hmm sungguh melambungkan rasa syukur kami dapat menikmati semuanya ini. 

Seandainya, kelak ada teman teman yang berkesempatan jalan jalan ke Australia, akan kami ajak menikmati indahnya desa di Australia. Bila malam tiba kita nikmati makan malam di tepi pantai bersama-sama, sambil mereguk nikmatnya hidup damai, jauh dari segala kebisingan 

Catatan:semua foto Dokumentasi pribadi 

Tjiptadinata Effendi

VIDEO PILIHAN