Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Beduk Persatuan Islam Tionghoa Indonesia

30 April 2021   20:25 Diperbarui: 30 April 2021   20:27 298 19 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Beduk Persatuan Islam Tionghoa Indonesia
dokumentasi pribadi

Diundang Oleh Kompasianer Rudy Geron

Beberapa tahun lalu dari sekian banyak Kompasianer yang menulis di Kompasiana,salah seorang yang sering saling berkomunikasi melalui komentar diartikel masing masing adalah Rudy Geron. Sesungguhnya ,nama ini hanyalah merupakan nama samaran sebagai Penulis,tapi karena saya belum minta izin untuk menuliskan nama aslinya,maka biarlah tetap kita sebut saja sebagai Rudy Geron.

Dari komunikasi secara virtual,ternyata pak Rudy Geron dan isteri berniat akan  berkunjung ke Wollongong - New South Wales. Dan memberitahukan kepada kami. Tentu saja kami sambut dengan senang hati . Selama tiga hari berada di kota Wollongong,setiap pagi hingga petang,pak Rudy Geron yang datang bersama Abie,asal Kalimantan,kami ajak jalan jalan mengunjungi lokasi wisata di New South Wales 

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
Giliran Kami Diundang 

Selang beberapa bulan kemudian,pak Rudy Geron mengundang kami untuk jalan jalan ke Lombok. Dan karena bertepatan kami juga berencana untuk pulang kampung,maka undangan ini kami penuhi. Singkat cerita,kami dijemput di Bandara dan diantarkan ke Hotel Lombok Raya .Dan sejak saat itu.kami secara total menjadi tamu dari pasangan suami isteri Rudy Geron dan Abie ini.  Kami diajak untuk mengunjungi Masdjid terbesar dan termegah di Lombok,yang bernama  Masjid Islamic Center Mataram

Masjid ini  mulai dibangun sejak masa kepemimpinan gubernur M. Zainul Majdi, rencana tersebut terealisasi pada tahun 2011 dan diresmikan pada 15 Desember 2013.Total biaya pembangunan masjid termegah ini ,mencapai lebih dari 350 Milyar rupiah; Dengan dana pembangunan bersumber dari APBD dan dana CSR PT. Newmont dan sumbangan dari masyarakat lainnya. Dibangun di atas lahan seluas 7,6 hektar di sudut jalan Langko dan Udayana yang merupakan urat nadi lalu lintas di kota ini. 

Dibangun sangat  megah dengan menampilkan perpaduan antara karakteristik bangunan tradisional Lombok dan Sumbawa.Bangunan Islamic Center ini dilengkapi dengan menara setinggi 99 meter sesuai dengan 99 nama nama Allah (Asma'ul Husna)

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
Beduk Persatuan Islam Tionghoa Indonesia

Kami berdua sempat berfoto didepan beduk ,yang merupakan sumbangan dari Persatuan Islam Tionghoa Indonesia. Pak Rudy Geron, adalah asli orang Minang dan berasal dari Sumatera Barat,tapi sejak kecil tinggal di Lombok .Tapi ternyata masih mampu diajak berbahasa Padang. Sebagai orang Minang,maka tanpa perlu bertanya atau menduga duga,kita sudah dapat memastikan bahwa Rudy Geron dan isterinya beragama Islam .Tapi  selama kami bergaul,sama sekali tidak ada rasa canggung antara kami dalam berkomunikasi . Bahkan biaya penginapan dan seluruh biaya perjalanan kami selama di Lombok ditanggung oleh pak Rudy,walaupun sudah beberapa kali kami protes. Jawabannya :"Uda dan Uni,kami undang, maka semuanya menjadi tanggung jawab kami"  Karena diucapkan dengan serius,maka kami tidak ingin merusak kegembiraan hati orang dan menerima dengan ucapan terima kasih. 

Kami berbeda,pak Rudy Geron dan isteri beragama Islam,sedangkan kami berdua beragama Katholik.tapi sama sekali tidak ada jarak yang memisahkan kami selama saling berkunjung. Kami saling bercanda ,makan bersama dan jalan jalan bersama. Saat tiba waktu Sholat,saya dan isteri dengan sabar menunggu .

Perbedaan itu,bila disikapi dengan hati yang damai,maka akan menghadirkan persahabatan dan rasa kekeluargaan. Hingga kini,kami masih saling kontak via telpon atau WA

Tjiptadinata Effendi

 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x