Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mari Kita Menulis Bebas dengan Gaya Masing-Masing

4 April 2021   11:08 Diperbarui: 4 April 2021   11:18 223 60 32 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mari Kita Menulis Bebas dengan Gaya Masing-Masing
Sumber: Pexels

Karena Kita Bukan Jurnalis Yang Terikat Harus Begini dan Begitu

Boleh jadi diantara para Penulis di Kompasiana ada yang juga berstatus "Jurnalis" atau "Wartawan" tetapi sebagian besar dari para Penulis adalah warga biasa yang ingin menyalurkan hobi menulis lewat media yang disediakan oleh Kompasiana. Admin Kompasiana sudah menetapkan aturan permainan tentang syarat yang harus dipenuhi dan aturan yang harus ditaati, agar dapat terus menulis di Kompasiana. Dan hal ini sudah lebih dari cukup bagi kita yang berstatus" warganet", sehingga tidak perlu lagi di atur atur begini dan begitu.

Biarkanlah setiap orang menulis dengan gaya yang sesuai dengan daya dan kemampuan yang dimilikinya.  Karena apa yang baik bagi kita, belum tentu juga baik bagi orang lain. Tulisan yang menurut kita patut dijadikan contoh, belum tentu menarik bagi orang lain. Karena itu, alangkah eloknya, bila kita menikmati hobi menulis, tanpa perlu mengutak atik cara dan gaya orang lain dalam menulis.

Cukup Hingga Tidak Memberikan Klik

Bila menurut kita tulisan yang diposting oleh seseorang tidak sesuai dengan suasana hati kita, maka jalan terbaik adalah "jangan klik " apapun. Anggap saja kita tidak membacanya. Hal ini saya lakukan bila membaca tulisan yang sifatnya mengandung rasa kebencian, walaupun ditulis secara terselubung. Maka saya langsung berhenti hingga di sana dan tidak melanjutkan membaca, apalagi hingga memberikan Klik "Menarik " atau "Inspiratif".

Dengan cara begini, kita tidak merusak suasana hati kita dan juga tidak mendistorsi kebebasan orang lain dalam menulis. Kalau merasa diri kita piawai dalam hal tulis menulis, maka cukuplah posting tulisan kita dan bila mendapatkan tempat di Artikel Utama, sudah cukup merupakan kebahagiaan dan kebanggaan diri. Tidak perlulah kita sampai mengutak atik tentang tulisan orang lain yang tidak komplit atau tulisan yang bersifat setengah matang, Biarlah orang belajar dengan suka rela, tanpa harus kita indoktrinasi melalui komentar dan tulisan kita.

Seribu Teman Masih Terlalu Sedikit

Seperti kata peribahasa, "Seribu teman masih terlalu sedikit, tapi satu orang musuh sudah terlalu banyak". Maka jalan terbaik adalah, "Mari kita menulis dengan bebas, menurut gaya dan alur kita masing masing. Bila diminta saran, kita berikan, tapi bila orang tidak minta saran kita, maka alangkah baiknya bila kita jangan ikut mengatur ngatur cara orang menuangkan idenya melalui tulisannya. 

Hal ini juga berlaku di bidang kehidupan lainnya. Cukuplah bila kita mawas diri dan keluarga dan tidak perlu sibuk dengan urusan keluarga orang lain, karena setiap orang diciptakan Tuhan dengan memiliki kebebasan dalam memilih jalan hidupnya masing masing  

Hanya sebuah renungan di hari Minggu Pagi.

Tjiptadinata Effendi

VIDEO PILIHAN