TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI profesional

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Di Indonesia Gaji Pengasuh Anak 2 Juta per Bulan, di Australia Titipan Anak 200 Dolar Sehari

7 Februari 2019   15:31 Diperbarui: 7 Februari 2019   19:16 367 27 10
Di Indonesia Gaji Pengasuh Anak 2 Juta per Bulan, di Australia Titipan Anak 200 Dolar Sehari
gambar: 9 News.com

Kemarin ketika duduk di ruang tunggu di lobi apartement di Jakarta, menunggu jemputan untuk ke Bandara, ada tetangga yang menggunakan jasa pengasuh anak, tanpa ditanya mengeluh bahwa untuk gaji Baby Sitter saja, ia harus membayar 2 juta rupiah. 

Karena merasa tidak perlu memberikan komentar, maka saya hanya mengiyakan saja dengan ucapan basa basi: "Oya bu, mungkin kalau di kota kecil lebih murah ya bu," dan bertepatan dengan jemputan sudah tiba, maka pembicaraan usai hingga kami mohon pamit sambil menyeret koper menuju ke kendaraan jemputan.

Di Australia 200 Dolar Sehari untuk Bayar Penitipan Anak

Ketika di kendaraan, pikiran saya masih terpaut dengan keluhan tetangga kami di apartemen, bahwa gaji pengasuh anak kini sudah 2 juta perbulan. Mereka datang pagi dan pulang sore, kayak orang kerja kantoran. Lantas saya jadi ingat berita di 9 News bahwa berlakangan ini, para ibu rumah tangga di Sydney, heboh, karena harus mengeluarkan dana 200 dolar perhari untuk bayar tempat penitipan anak.

Agar tidak salah dalam menerjemahkan, sehingga menjadi berita hoaks, maka saya kutip satu alinea dari tulisan aslinya yang diberitakan oleh 9 News.com sebagai berikut:

Some parents in inner-city Sydney are paying as much as $200 a day to put their children through early education programs. (AAP)/9 News.com)

Beberapa orang tua di Sydney harus membayar sejumlah 200 dolar atau setara sekitar 2 juta rupiah perhari untuk pembayaran penitipan anak mereka di tempat penitipan anak (Childcare).

Hal ini, tidak terlepas dari banyaknya Childcare yang ditutup. Menurut berita yang disiarkan oleh ABCNews, ada sekitar 320 pusat penitipan dan pengasuhan anak telah ditutup dan dampaknya dirasakan oleh sekitar 30 ribu keluarga. 

Sebagai gambaran upah di Australia adalah sebagai berikut:

  • Upah minimum nasional saat ini adalah $18,29 per jam
  • Upah rata-rata untuk pengasuh dan pendidik sekitar $42,84 per jam
  • Pekerja pusat penitipan dan pengasuhan anak dengan ijazah jenis Certificate III dibayar $21,29 per jam

Tidak Ada Pembantu Rumah Tangga yang "Full Time" di Australia.

Selama lebih dari sepuluh tahun tinggal di Australia dan telah berpindah pindah dari Queensland ke New South Wales, serta kini di Western Australia, belum pernah menjumpai keluarga yang mampu menggaji Pembantu Rumah Tangga ataupun Baby Sitter yang full time, yakni yang tinggal bersama keluarga. 

Yang ada selain dari Childcare atau Kindergarden, ada Baby Sitter yang datang pagi dan sorenya pulang kerumahnya. Ini pun merupakan hal yang sangat langka, kecuali nyonya rumah sedang melahirkan atau terbaring sakit.

Ada Cleaning  Service yang datang sekali seminggu. Tugasnya membersihkan rumah, mengepel kamar mandi dan toilet. Kemudian setelah selesai pulang kerumahnya, dengan upah  berkisar 25 -30 dolar perjam. Begitu juga ,kalau mau menggunakan jasa khusus untuk mengosok pakaian, dihitung perjam dan setelah itu mereka pulang.

Kesimpulannya, dengan gaji rata-rata 6 ribu dolar perbulan atau setara dengan sekitar 60 juta rupiah, warga Australia, tidak mampu membayar Pembantu Rumah Tangga yang full time karena itu beruntunglah kita yang tinggal di Indonesia, dengan gaji 20  juta sebulan sudah bisa menggaji 2 orang Pembantu Rumah Tangga.

Pada umumnya, semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan secara gotong royong oleh suami istri dan anak-anak dengan pembagian tugas masing-masing. 

Beda negeri memang beda pula budaya dan kondisinya. Setidaknya memberikan gambaran bahwa orang Indonesia jauh lebih beruntung daripada orang Australia. Karena bisa gaji pembantu rumah tangga, tukang kebun dan sopir pribadi. Di Ausralia, orang kayapun tidak akan mampu menikmati hidup seperti di negeri kita.

Tjiptadinata Effendi