TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI profesional

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Menjelajahi Keindahan Stromboli, "Mercusuar" dari Mediterania

7 Agustus 2018   12:57 Diperbarui: 11 Agustus 2018   15:33 664 15 4
Menjelajahi Keindahan Stromboli, "Mercusuar" dari Mediterania
Dok: Tjiptadinata Effendi

Ketika berkunjung ke lokasi wisata, seperti Vulcano, Li Pari dan Stromboli, saya merasa pemandangan di sana seakan-akan seperti sedang "berlomba- lomba" memikat hati para wisatawan untuk berkunjung ke sana. 

Duduk di pesawat selama belasan jam, akhirnya saya pun sampai di negeri "Es Krim Gelato" ini. Meskipun hari itu cuaca sangat panas sehingga rasa terbakar menembus hingga ke wajah, tengkuk serta kedua lengan. Namun amat disayangkan, bila saya menghentikan ritual perjalanan hanya karena hal itu.

dok. Tjiptadinata Effendi
dok. Tjiptadinata Effendi
Ada berbagai cara untuk menikmati perjalanan ke pulau-pulau di sekitar gunung berapi ini. Apalagi bagi wisatawan yang senang menjelajah tempat-tempat baru. Maka, paket t "3 in 1" bisa dikatakan pilihan yang pas. Mengapa demikian? sebab paket tersebut menawarkan perjalanan ke 3 lokasi selama 1 hari penuh, mulai dari Vulcano island, Li Pari dan Stromboli.

dok. Tjiptadinata Effendi
dok. Tjiptadinata Effendi
Untuk mengunjungi ketiga pulau tersebut, wisatawan akan berpergian dengan menggunakan kapal. Mengenai jadwal kapal, wisatawan tidak perlu resah. Sebab selama libur musim panas ini, setiap hari selalu ada persedian kapal dari dermaga Tropea dan juga Vibo Marina. Para wisatawan baik yang domestik maupun mancanegara tinggal memilih lokasi yang terdekat.

dok. Tjiptadinata Effendi
dok. Tjiptadinata Effendi
Hotel Tinggal Memilih Sesuai Selera dan Isi Dompet

Para wisatawan yang berlibur ke sini, juga bisa memilih untuk tinggal di hotel yang terdapat di Tropea di Vibo Marina atau pun Briatico. Bahkan di Vulcano, Li Pari dan Strombol juga menyediakan beragam hotel dengan berbagai fasilitas. 

Namun tarif hotel yang terdapat di ketiga pulau dapat dikatakan cukup tinggi dibandingkan menginap di hotel di daratan Tropea, Vibo Marina atau Briatico. 

Karena saya tinggal menumpang di apartement milik keluarga adik ipar saya, Sandro. Maka tentu, saya tidak perlu mengeluarkan dana untuk menginap di hotel, sebab dari Briatico ke dermaga Vibo Marina maupun ke Tropea hanya memakan waktu berkendara kurang dari 1 jam.

dok. Tjiptadinata Effendi
dok. Tjiptadinata Effendi

Apapun Pilihannya Berenang adalah Menu Utama

Paket perjalanan yang saya pilih pun adalah berenang atau setidaknya berendam. Seperti misalnya di pulau Vulcano yang mana ada ratusan orang yang tidak ikut berenang, tapi berendam di laut yang mengandung belerang. Konon dikatakan, air belerang tersebut diyakini memiliki khasiat dapat membuat terlihat wajah awet muda serta mencegah penuaan dini. 

Secara pribadi, saya cenderung percaya yang kedua, yakni mencegah penuaan dini. Karena secara psikologis, jalan-jalan sambil menikmati indahnya pemandangan alam dan berendam di air yang sejuk akan mengurangi segala beban pikiran.

dok. Tjiptadinata Effendi
dok. Tjiptadinata Effendi
Saatnya Mencoba Masakan Italia

Tanpa terasa sudah 3 minggu saya berada di "negeri Spaghetti" ini. Dan sejak pertama kali menginjakan kaki di sini, saya belum sama sekali menemukan nasi atau Indomie. 

Namun, jikalau diingat-ingat, selama perjalanan, rasanya saya lebih banyak minum dari pada makan. Sebab, suhu udara panas membuat saya cepat haus dan ingin minum terus. 

dok. Tjiptadinata Effendi
dok. Tjiptadinata Effendi
Tentang Istilah "Mercusuar"

Mengenai istilah "Mercusuar", akhirnya saya tahu dari pemandu wisata saat saya berada di kapal. Konon, gunung ini setiap 20 menit menyemburkan api, sehingga dari kejauhan akan tampak seperti mercusuar raksasa yang memberikan petunjuk arah bagi kapal yang berlalu lalang. Hampir selama kurang lebih 2 ribu tahun, gunung tersebut tidak henti-hentinya menyemburkan api dari kawahnya. 

dok. Tjiptadinata Effendi
dok. Tjiptadinata Effendi
Penduduk Beruntung 

Penduduk yang berjumlah kurang dari 500 orang tersebut memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan menyewakan rumah mereka, baik sebagai homestay maupun toko. Namun, bagi yang memiliki modal sedikit, mereka hanya membuka toko suvenir di halaman rumah masing-masing. Selain itu, remaja di sana juga membuka peluang bisnis dengan menjadi pemandu wisata atau membuka jasa sewa perahu. 

Pokoknya keberadaan ketiga pulau ini sebagai destinasi wisata tidak menggeser kehidupan warga yang sejak turun temurun sudah mendiami pulau pulau tersebut. Bahkan mereka berpikir dengan adanya wisatawan yang berkunjung ke sana, itu sudah sebuah berkah bagi mereka dan keluarga. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2