Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Revolusi Mental yang Dicanangkan Jokowi Sudah Mulai Berbuah

28 Maret 2017   23:00 Diperbarui: 4 April 2017   17:18 1674
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Saya dan istri mengurus perpanjangan SIM A di Polres Kemayoran. Layanan santun dan ramah dan tidak sampai 7 menit,perpanjangan SIM sudah ditangan.Tidak ada uang rokok,uang stempel atau uang apapun,kecuali pembayaran resmi.

Kelurahan Kebun Kosong

Bolak balik mengurus surat pindah dan keterangan domisili,urusan e-ktp,semua staf memberikan layanan prima dan tidak ada satu senpun pengeluaran uang,selama berurusan disana.

Kementerian Kehakiman dan Ham

kami mengurus perpanjangan Hak Patent Merk.Layanan prima dan pembayaran resmi Rp.1.000.000.-- (satu juta rupiah) dan diberikan kuitansi tanda penerimaan..Uang distor langsung dengan kartu debit. Bersih dari pungli ,maupun pungsa

Kementerian Kesehatan RI

kami kesini untuk mengurus surat surat  asosiasi dan ditemui oleh dokter Agus,dokter Gabe dan Bu Ratri,diruang terbuka. Diterima dengan santun dan tidak ada pengeluaran uang satu peserpun.

Kementerian Dalam Negeri RI

kami kesini untuk urusan pendaftaran asosiasi .sama sekali tidak dipersulit,bahkan diterima dengan sangat baik. semua clear,tidak ada uang siluman atau apapun namanya.

Data data yang ditulis adalah pengalaman pribadi dan dapat dipertanggung jawabkan. Jadi tulisan ini,bukan ditulis untuk mengambil muka ,tapi semata mata ,menunjukkan bahwa memang benar,revolusi mental Jokowidodo sudah mulai tumbuh subur dan berbuah.Dan tentu saja bukan pula berarti bahwa selain dari yang disebut diatas ,semuanya Pungli, Karena yang saya tulis adalah sebatas yang dialami secara pribadi.

Semoga diikuti oleh instansi lainnya, sehingga DKI akan menjadi proyek percontohan ,tentang keberhasilan revolusi mental dibidang birokrasi di instansi Pemerintah. Yang selama puluhan tahun sudah sempat  mengalami penyakit yang menahun bahkan sudah membusuk. Sehingga terbitlah kata kata"mutiara": Kalau bisa diperlambat,mengapa harus di percepat? Kalau bisa dipersulit,mengapa dipermudah? Kalau bisa jadi uang,mengapa dikasih gratis?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun