Mohon tunggu...
Prinz Tiyo
Prinz Tiyo Mohon Tunggu... Wiraswasta - I just don't like the odds.

I just don't like the odds.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Pelajaran Bahasa Daerah Lain di dalam Kurikulum Pendidikan Nasional

18 Maret 2019   21:35 Diperbarui: 18 Maret 2019   21:45 888
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Namun hasil penelitian yang dilakukan oleh UK Foundation for Endanger Languages (FEL) di Mambila, Kamerun, menyebutkan bahwa bahasa Kasabe mengalami kepunahan pada saat orang terakhir yang mempergunakannya meninggal dunia. Riset FEL selanjutnya yang dipresentasikan pada 2nd FEL Conference di Edinburgh menyajikan temuan bahwa Bahasa Ubykh/Ubuh mengalami kepunahan setelah penutur terakhir meninggal dunia. 

Sungguh disayangkan bahwa penutur yang telah meninggal tersebut tidak menularkan keterampilan Bahasa Kasabe kepada keluarga yang ditinggalkannya. Penelitian lain menghasilkan temuan bahwa semua bangsa yang menghuni Benua Afrika terpengaruh oleh resiko kepunahan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Afrika telah kehilangan 54 bahasa dan 116 bahasa lain kini sedang terancam kepunahan (Nettle & Romain, 2000:9).

Bahasa akan lestari jika bahasa tersebut masih memiliki penutur yang mempergunakannya. Jumlah bahasa daerah di Indonesia yang teridentifikasi dari waktu ke waktu bertambah. Hal ini memberikan suasana yang menggembirakan bahwasanya negara Indonesia dianugerahi kekayaan bahasa. Akan tetapi, tanggung jawab selanjutnya ialah melestarikannya sehingga masyarakat tidak sekedar mengenal, tetapi juga menjadi saksi dari penerapan bahasa-bahasa daerah tersebut di dalam komunikasi sehari-hari.

c) Penerapan nilai-nilai pendidikan karakter

Kementerian Pendidikan Nasional (2011) menyebutkan 18 nilai yang termasuk ke dalam pendidikan karakter bangsa Indonesia, yakni sebagai berikut: 1) religius; 2) jujur; 3) toleransi; 4) disiplin; 5) kerja keras; 6) kreatif; 7) mandiri; 8) demokratis; 9) rasa ingin tahu; 10) semangat kebangsaan; 11) cinta tanah air; 12) menghargai prestasi; 13) bersahabat/komunikatif; 14) cinta damai; 15) gemar membaca; 16) peduli lingkungan; 17) peduli sosial; dan 18) tanggung jawab.

Pembelajaran bahasa daerah menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan, kemudian menguatkan, semangat kebangsaan. Kesadaran terhadap keragaman bahasa akan memperkuat fungsi yang dijalankan oleh bahasa daerah sebagai pendukung bahasa nasional, yakni Bahasa Indonesia. 

Nilai semangat kebangsaan ini berhubungan dengan rasa cinta tanah air. Berbagai usaha, antara lain melalui lagu dan puisi, telah mengungkapkan kecintaan kepada tanah air. Bahasa daerah sebagai elemen pembentuk negara Indonesia harus mendapatkan perhatian khusus. Kecintaan kepada tanah air semestinya diwujudkan dengan kecintaan kepada bahasa daerah.

Berlanjut pada nilai-nilai kepedulian, pada bagian pendahuluan telah dikemukakan bahwa pendidikan karakter berbasis kearifan lokal akan mempercepat tujuan pendidikan.

Masyarakat Indonesia hidup bersama kebudayaannya. Dengan demikian masyarakat Indonesia hidup dengan bahasanya. Bahasa daerah merupakan bagian yang terpadu dari lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat. Di dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia bahasa daerah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bahasa nasional.

Pembelajaran bahasa daerah adalah perwujudan dari nilai tanggung jawab. Sebagai bagian dari sebuah negara yang memiliki keragaman, setiap anggota masyarakat memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan yang terdiri atas lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya. Nilai ini sangat berhubungan dengan usaha melestarikan bahasa daerah karena bahasa daerah adalah bagian dari lingkungan budaya.

d) Pengembangan kemampuan peserta didik

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun