Mohon tunggu...
Titik Angreni
Titik Angreni Mohon Tunggu... Guru - Guru

Hobi belajar dan mencoba hal-hal baru, kuliner

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara

7 Oktober 2022   16:07 Diperbarui: 7 Oktober 2022   16:15 577 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Menurut Ki Hajar Dewantara, Pendidikan artinya menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga  mereka dapat mencapai kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Sementara itu pengajaran merupakan bagian dari pendidikan, yaitu memberikan ilmu yang berfaedah untuk bekal kehidupan anak, baik secara lahir maupun batin. 

Sejatinya pendidikan itu tidak dapat mengubah kodrat seorang anak, tetapi melalui pendidikan, kodrat itu dapat diarahkan untuk menuju kepada perilaku yang positif, sehingga anak dapat mencapai kebahagiaan dalam kehidupannya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

Pendidikan utama seorang anak adalah berasal dari keluarga, karena di dalam keluargalah seorang anak akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berinteraksi dengan individu lainnya. Untuk itu, perilaku anak juga seringkali dipengaruhi oleh lingkungan keluarganya. 

Anak yang tumbuh dan berkembang dari keluarga yang santun, akan cenderung berperilaku santun, anak yang tumbuh dalam keluarga yang religius juga cenderung berperilaku religius, demikian juga sebaliknya. Untuk itu, keteladanan dalam pendidikan akan sangat berdampak pada tumbuh kembangnya anak.

Dalam dunia pendidikan, sekolah  merupakan tempat persemaian benih-benih kebudayaan, karena di sini akan terjadi pertukaran kebudayaan baik berupa norma,  ilmu pengetahuan maupun teknologi. 

Seorang guru hendaknya  berperan untuk menuntun atau membimbing agar murid dapat menyaring kebudayaan yang sesuai dengan akar budaya bangsa,  norma agama  dan juga norma kemasyarakatan. Namun, perlu diingat bahwa dalam mendidik, kita perlu mempertimbangkan kodrta alam dan juga kodrat zaman setiap anak. Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan bentukan lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan isi dan irama. 

Terkait dengan kodrat alam, anak yang berasal dari daerah pegunungan tentu memiliki karakter sosial yang berbeda dengan anak yang berasal dari daerah pesisir. Kodrat alam ini juga berkaitan dengan bakat dan kekuatan bawaan dari anak yang tentu berbeda-beda, sehingga dalam penangannya tentu juga berbeda. 

Sementara terkait dengan kodrat zaman, bahwa kebutuhan anak untuk setiap zaman pasti berbeda. Mendidik anak di era tahun 90 an, jelas berbeda dengan mendidik anak di jaman digital saat. ini. 

Tahun 90 an,seorang guru mungkin cukup menggunakan buku dan papan tulis sebagai sumber dan media pembelajaran di kelas, namun saat ini, murid akan lebih tertarik dengan pembelajaran yang menggunakan media visual digital, yang mendukung terwujudnya kecakapan anak abad 21. Demikian juga konten atau isi pengetahuan yang dibutuhkan anak dari masa ke masa tentujuga mengalami perubahan. 

Seorang Guru perannya bukan hanya mengajarkan materi pelajaran di kelas, namun lebih dari pada itu. Ki Hajar Dewantara menjelaskan peran guru melalui Trilogi Pendidikan, yaitu

  1.  Ing Ngarso Sung Tulodho, seorang guru harus mampu menjadi pemimpin dan memberikan teladan bagi murid-muridnya. Sebuah keteladanan akan jauh lebih membekas dibandingkan dengan seribu teori yang guru berikan.  
  2. Ing Madyo Mangun Karso, seorang guru harus dapat menjadi motivator dengan memberikan semangat dan dukungan kepada murid-muridnya, Seorang guru juga hendaknya dapat membangun kerjasama dengan murid dan terus belajar serta berinovasi dalam mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada murid.  
  3. Tutwuri Handayani, Seorang guru harus mampu memberikan dorongan dan motivasi kepada murid-muridnya. Yakinkan bahwa setiap murid memiliki potensi dan bakatnya masing-masing serta bimbing mereka untuk dapat mengembangkan potensi itu.

Pemikiran Ki Hajar Dewantara lainnya yang tak kalah penting adalah tentang asas pendidikan yang dikenal dengan "Asas Trikon" yaitu Kontinuitas, Konsentris, dan Konvergensi. Kontinuitas  artinya pendidikan harus hirarkis dan berkesinambungan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan