Mohon tunggu...
Tipi Kabel
Tipi Kabel Mohon Tunggu... Informasi Seputar Dunia Komedi Indonesia

Informasi Seputar Dunia Komedi Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Humor

Indonesia Ventriloquist Convention

13 Agustus 2019   13:36 Diperbarui: 13 Agustus 2019   13:48 0 0 0 Mohon Tunggu...

Iwel Sastra menekuni Stand Up Comedy sejak tahun 1998. Setelah mengadakan pertunjukan Tunggal Stand Up Comedy di Gedung Kesenian Jakarta 6 Maret 2004, Iwel mendapatkan kesempatan tampil rutin sebagai Stand Up Comedian di acara Bincang Bintang RCTI tahun 2005. 

Suatu hari di tahun 2010 Iwel Sastra bertemu dengan pemilik Comedy Cafe Ramon Papana. Dari pertemuan tersebut muncul ide memvideokan Open Mic Stand Up Comedy yang dilakukan Iwel Sastra untuk diunggah di youtube. Open Mic yang dilakukan 21 Oktober 2010 tersebut baru diunggah ke youtube 10 April 2011. Video ini memancing sejumlah Stand Up Comedian pemula menguji kemampuan mereka dalam Stand Up Comedy dengan ikut Open Mic di Comedy Cafe Kemang. 

Bukan hanya Stand Up Comedian pemula, Raditya Dika yang saat itu masih dikenal sebagai penulis dan Pandji Pragiwaksono yang saat itu lebih dikenal sebagai presenter juga tertantang menguji kemampuan Stand Up Comedy mereka dengan tampil di Comedy Cafe pada 13 Juli 2011. Rekaman penampilan Iwel Sastra, Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono dan sejumlah Stand Up Comedian pendatang baru di Comedy Cafe inilah memancing Metro TV dan Kompas TV menayangkan program Stand Up Comedy.

Setelah sukses ikut mempopulerkan Stand Up Comedy di Indonesia, sejak tahun 2013 Iwel mulai menekuni Ventriloquism. Ketertarikan ini muncul setelah Iwel menyaksikan rekaman penampilan Jeff Dunham. Secara sederhana Ventriloquism adalah seni suara perut yang biasanya menggunakan boneka dalam pertunjukannya. 

Kemampuan Ventriloquism bisa digunakan untuk memainkan materi lawakan ala Stand Up Comedy seperti yang dilakukan oleh Jeff Dunham atau menyanyi seperti yang dilakukan oleh Terry Fator dan Darci Lynne. Iwel pun memulai debutnya sebagai Ventriloquist dengan mengadakan pertunjukan tunggal pada 23 November 2013 di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta. Iwel pernah muncul bersama boneka Ventriloquism di Metro TV, Trans 7 dan Net TV.

Ventriloquism bukanlah hal yang baru di Indonesia. Bahkan lebih dulu masuk ke Indonesia dibanding Stand Up Comedy. Pada tahun 60-an sudah ada Marijoen bersama boneka Coco (baca Koko, red). Pada tahun 1966 Marijoen pernah mengadakan pertunjukan Ventriloquism di Taman Ismail Marzuki. Pada tahun 1974 Gatot Soenjoto belajar Ventriloquism di New York. 

Ketika kembali ke Indonesia, kurun waktu 70-an sampai dengan 80-an Gatot Soenjoto sering tampil bersama boneka Tongki. Sayangnya setelah Gatot Soenjoto mulai jarang muncul, Ventriloquism pun hilang. Inilah yang mendorong Iwel untuk menggerakan kembali Ventriloquism di Indonesia. 

Tahun 2015 Iwel bersama dengan para seniornya yang terlebih dahulu menekuni Ventriloquism seperti Budi Haha, Jerry Piko, Suhu Imin dan Raditya Vent mendirikan Komunitas Ventriloquist Indonesia. Komunitas ini pun terus berkembang hingga memiliki 50 lebih anggota yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia. 4 Juli 2018 Iwel menggagas acara Ventriloquist Indonesia di gedung teater perpustakaan nasional RI. 

Pertama kali dalam sejarah Ventriloquism di Indonesia, puluhan Ventriloquist berada dalam satu panggung. Acara ini pun berhasil menarik daya tarik masyarakat dan media. Gatot Soenjoto yang sebelumnya sempat dilupakan publik sebagai salah seorang pelopor Ventriloquism di Indonesia diwawancara secara khusus oleh sebuah program televisi nasional.

Dalam rangka menggerakan, menghidupkan dan mempopulerkan Ventriloquism di Indonesia, Iwel kembali membuat gebrakan dengan mengajak rekan-rekan sesama Ventriloquist mengadakan Indonesia Ventriloquist Convention. Acara pertemuan para Ventriloquist dan mereka yang tertarik menjadi Ventriloquist. 

Agenda convention antara lain adalah berbagi teknik Ventriloquism, berbagi pengalaman, mentoring dan open mic. Hal ini dilakukan agar mereka yang mengaku sebagai Ventriloquist mengerti lebih dalam mengenai Ventriloquism. Syarat utama untuk bisa mengikuti Convention ini adalah memiliki boneka Ventriloquism. 

Apakah di Indonesia Ventriloquism bisa populer seperti Stand Up Comedi? Kita tunggu saja.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x