Mohon tunggu...
Kesehatan

Matahari Musuh Kami

13 Mei 2019   21:30 Diperbarui: 13 Mei 2019   21:39 0 1 1 Mohon Tunggu...

Matahari kok bisa jadi musuh? Pasti kalian bertanya-tanya kenapa hal ini bisa terjadi. Padahal matahari menjadi sumber vitamin D yang baik untuk tulang kita. Tapi hal ini tidak berlaku bagi mereka, sedikit saja terpapar cahaya matahari kulit mereka akan terbakar. Loh kok bisa hal ini terjadi?

Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya kelainan genetik atau adamya mutasi genetik. Penyakit ini biasa disebut Xeroderma pigmentosum, ditandai dengan sensitivitas yang sangat tinggi terhadap cahaya matahari.

Pernah gak kalian meliahat beberapa orang justru melakukan aktivitas yang biasa dikerjakan disiang hari, tapi dilakukan pada malam hari saat matahari terbenam?

Hal inilah yang dirasakan oleh sebagian orang yang tidak bisa terpapar cahaya matahari bahkan lampu UV untuk jendela saja mereka menggunakan filter khusus yang dapat menghalau cahaya matahari langsung. Oleh karena itu, biasanya mereka melakukan aktivitas di luar rumah saat malam hari.

Kasus ini dapat menyerang 1 dari 250.000- 1.000.000 jiwa di Eropa dan Amerika Serikat, sedangkan di jepang menyerang 1 dari 20.000 jiwa dan di Afrika Utara 1 dari 10.000 -- 30.000 jiwa, dengan perbandingan laki-laki dan perempuan 1:1.

Apa itu Xeroderma pigmentosum? Xeroderma pigmentosum atau biasa disingkat (XP) ini merupakan penyakit kulit langka yang disebabkan oleh kelainan genetik, dimana penyakit ini diturunkan secara genetik.

Apabula salah satu orang tua memiliki riwayat kelainan kulit ini, maka keturunannya akan sangat mungkin juga akan mengalaminya. Ataupun dari perkawinan sedarah. Penyakit ini ditandai dengan sensitivitas luar biasa pada sinar matahari, sehingga menyebabkan timbulnya bercak-bercak hitam pada kulit. Dimulai dari bagian wajah, leher, tangan dan keseluruh tubuh.

Umumnya Xeroderma pigmentosum didiagnosis oleh dokter saat penderita berusia 1 -- 2 tahun. Penyakit ini berkembang dalam tiga tahap. Awalnya saat lahir, kulitnya tampak sehat. Pada tahap pertama biasanya akan tampak saat penderita menginjak usia 6 bulan. Saat itu kulit mulai terlihat merah, mudah terkelupas, dan muncul bintik-bintik kecoklatan atau kehitaman terutama pada bagian wajah. Lama kelamaan kulit bagian wajah, leher, dan kaki mulai terlihat kecoklatn.

Tahap kedua ditandai dengan adanya poikiloderma. Poikiloderma merupakan kelainan kulit yang ditandai dengan pembentukan pembuluh darah baru di kulit yang bentuknya menyerupai cacing (telangiektasis), kulit bisa semakin coklat atau malah justru memutih, dan pembuluh darah di bawah kulit terlihat dengan jelas.

Tahap ketiga ditandai saat xeroderma berubah menjadi kanker kulit, seperti karsinoma sel skuamosa atau melanoma maligna. Karsinoma sel skuamosa ditandai dengan luka dikulit yang tak kunjung sembuh.

Sedangkan melanoma maligna ditandai dengan benjolan seperti tahi lalat yang makin membesar, tepiannya tidak rata, dan asimetris. Hal ini biasanya terjadi di area kulit yang sering terpapar sinar matahari.

Terlalu sering atau lama terpapar cahaya matahari dapat menimbulkan kanker kulit dan selain dikulit 80% penderita XP mengalami kelainan di mata berupa iritasi mata dan terbentuknya jaringan ikat di kornea yang menggangu penglihatan. Hal ini memicu timbulnya kanker mata. Hal ini menyebabkan nyaris separuh dari jumlah total penderita penyakit ini meninggal pada kisaran usia 20 tahun.

Penyebab utamanya akibat adanya kerusakan DNA, diduga akibat paparan radiasi ultraviolet pada kulit. Selain itu, terdapat faktor genetik yang berperan, yaitu GG-NER dan TC-NER. Penyakit XP dapat didiagnosis dengan melakukan biopsi kulit dan pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit.

Penangannya bisanya dilakukan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin. Penangannya adalah untuk mencegah terjadinya kanker kulit pada penderita. Biasanya penderita dianjurkan untuk selalu menggunakan tabir surya atau sunblock bila akan bepergian keluar rumah. Tabir surya yang dianjurkan minimal mengandung (Sun Protection Factor) SPF 15.

Tabir surya digunakan tidak hanya pada saat musim panas saja, tapi juga saat musim hujan bahkan juga saat musim dingin. Tak hanya saat keluar rumah tapi juga saat didalm rumah. Penderita XP juga dianjuarkan untuk menggunakan pakaian tertutup dan pakaian khusus yang anti sinar UV. Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini.