Tinta Digital
Tinta Digital

Tinta Digital adalah karya asli Kelas Cyber Journalism Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2015 FISIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin . Semoga menjadi inspirasi buat pembaca

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Interactional Simbolic, What do You Meant?

13 Januari 2019   00:31 Diperbarui: 13 Januari 2019   01:08 113 3 1
Interactional Simbolic, What do You Meant?
Sumber Gambar : OPIUZU Blog

Pernah dengar Interaksi Simbolik? Belum? Terus, pernah dengar nama Herbert Mead?

Belum juga?

Hmmm..

OK. Give me more time to start from the beginning, ya

So....

Alangkah baiknya kita kenal dulu sama pencetusnya, ya.

Teori ini pertama kali digagas oleh George Herberd Mead pada tahun 1920an. Akan tetapi, saat itu konsep ini belum matang dan dijadikan sebagai teori yang masak, melainkan seusai Mead meninggal, para muridnya terus menggalinya lebih dalam, sehingga terbitlah buku Mind,Self and Society.

Konsep ini lalu dilanjutkan oleh Herbert Blumer. Dia lah yang memberi nama konsep ini sebagai Teori Interaksi Simbolik yang akan kita bahas.

Lalu, apa itu Teori Interaksi Simbolik ?

Interaksi Simbolik adalah suatu teori yang berasal dari cabang Ilmu Humaniora. Berbicara mengenai ilmu manusia, tentu seringkali berhadapan dengan sifat manusia yang dinamis dan dengan keunikannya sendiri, seperti halnya yang disebutkan dalam kajian Psikologi Humanis yang dikemukakan oleh Sigmund Freud.

Singkat kata, Teori Interaksi Simbolik mencoba mengungkapkan bahwa manusia itu selalu berkaitan erat dengan simbol dan makna. Ada 3 pokok pikiran dalam teori ini, yaitu  Act (tindakan), thing(sesuatu) and meaning(makna), dimana maksudnya bahwa setiap manusia bertindak terhadap sesuatu sesuai dengan makna yang dipahaminya.

Sumber Gambar : Pixibay mnievesmsc
Sumber Gambar : Pixibay mnievesmsc
For Example :

Bagi ku, shalat itu adalah prioritas paling tinggi, lebih dari apapun, karena ini adalah panggilan Tuhan bagi Hamba-Nya. Karena aku memahami betapa pentingnya shalat, maka tindakan yang ku ambil ialah selalu bersegera ketika mendengar Adzan.

You got that ?

Not yet?

OK, Contoh lain ,

Coba perhatikan Sapi dalam Agama Islam dan Hindu. Dalam Agama Hindu, Sapi adalah hewan yang sakral sehingga dilarang memakan daging Sapi. Sedangkan dalam Islam, Sapi adalah hewan Qurban yang layak konsumsi dan sangat bermanfaat bagi manusia, sehingga dalam Islam terdapat Hari Raya Qurban dimana daging Sapi (binatang ternak lainnya) disembelih untuk di konsumsi. Kedua hal tersebut memiliki perbedaan yang sangat jelas, dari sisi tindakan, makna dan sesuatu.

Berikut Tabel yang mungkin bisa membantu kalian untuk memahami.


Tabel penjelasan Teori
Tabel penjelasan Teori
Sudah Paham? Semoga Allah membantumu dalam memahami..

Lalu, apa urgensi dari teori ini?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2