Kotak Suara

Kerja Nyata Wisnu HP dan Wisata Desa

12 April 2018   20:39 Diperbarui: 12 April 2018   21:02 1019 0 0
Kerja Nyata Wisnu HP dan Wisata Desa
Dokumentasi Pribadi

Banyak sekali potensi wisata serta kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Ponorogo. Namun, banyak masyarakat kita hanya mengenal Reog Ponorogo sebagai budaya lokal di sana. Padahal, di Ponorogo juga tersimpan banyak sekali perayaan budaya asli Jawa yang belum diketahui oleh orang Indonesia, khususnya generasi muda kita.

Sebut saja, 'Tulung Organik Festival'. Ya, festival asli Ponorogo itu sangat bagus karena mengimbau warga Ponorogo secara tidak langsung untuk hidup sehat dengan menanam padi dengan tidak memakai zat kimia. Salah satu yang berperan penting dalam melestarikan budaya asli Ponorogo yakni seniman muda Wisnu HP.

Founder Pemuda Hebat Ponorogo ini mengungkapkan, para petani lebih suka menggunakan zat kimia seperti pestisida untuk menanam padi. Padahal, padi yang berasal dari zat kimia itu tidak dianjurkan oleh ahli pertanian dan pakar kesehatan. 

Wisnu HP bersama masyarakat Ponorogo (Dokumentasi Pribadi)
Wisnu HP bersama masyarakat Ponorogo (Dokumentasi Pribadi)
"Di desa Tulung mereka punya padi organik dan tentang hal-hal organik. Karena selama ini orang tergantung dengan pupuk-pupuk kimia. Maka kita membuat terobosan dengan membuat 'Tulung Organik Festival'," jelas Wisnu HP, di Jakarta.

Seniman dari Sanggar Sabuk Janur ini ingin menerapkan Wisata Desa di Ponorogo. Yaitu, kawasan pedesaan yang menawarkan keseluruhan suasana yang mencerimankan keaslian desa baik dari sosial ekonomi, budaya dan berbagai potensi unik desa yang telah dikembangkan menjadi komponen wisata seperti pesona alam desanya yang indah.

Dari sanalah, Wisnu bersama timnya kembali membuat festival adat berupa ucapan rasa syukur kepada Tuhan dengan konsep budaya Jawa. Yang awalnya kurang diminati oleh penduduk lokal, akhirnya bertambah peminatnya dan menjadi festival budaya.

"Pada awalnya ada dua atau tiga orang. Kalau syukuran membawa ayam terus ucapkan syukur dan dimakan di situ. Saya meminta perwakilan RT itu bagaimana jika 10 orang dan tersaji 120 ayam tadi. Terus kita kembangkan seperti kayak di Tulung tadi. Kalau khusus di sini ngarak ayam sebagai ucapan rasa syukur. Akhirnya berkembang. Terus di situ ada Reog dan beberapa kesenian lainnya yang ditampilkan," jelasnya lagi.

Wisnu HP hadiri Reog Ponorogo (Dokumentasi Pribadi)
Wisnu HP hadiri Reog Ponorogo (Dokumentasi Pribadi)
Wisnu memang sedapat mungkin membantu mengangkat budaya lokal beberapa desa di Ponorogo, yang mana agenda rutin itu berkonsep festival atau perayaan. "Dengan perayaan ini kita mencoba menggali beberapa lokal jenis yang dimiliki oleh desa-desa itu. 

Karena desa-desa Ponorogo itu mempunyai karakter yang variatif. Bicara tentang festival, di sini kita menemukan konsep gotong royong secara nyata. Karena selama ini hanya sebatas slogan atau wacana," paparnya.

Kontribusi lainnya dari Wisnu, bersama para pemuda Ponorogo yakni memperkenalkan pariwisata Desat Broto. Menurut Wisnu, Desa Broto mempunyai obyek wisata alam yang asri serta menakjubkan. 

"Yang menarik di Ponorogo itu ada Desa Broto. Desa Broto itu 32 kilometer arah selatan dari Ponorogo. Ternyata mereka punya air terjun, goa, terasering pertanian dan ini sangat indah sekali," ungkap Wisnu sambil tersenyum.

Sekadar informasi, di wilayah Ponorogo memang tersaji beberapa obyek wisata alam yang menakjubkan. Antara lain, Telaga Ngebel, Air Terjun Toyemerto, Puncak Gunung Bedes, Air Terjun Pletuk, Puncak Gunung Gajah, Puncak Pringgitan, Goa Lowo, Taman Wisata Ngembag, dan lain-lain.

Biodata:

Nama: Wisnu HP.

Kelahiran: Ponorogo, 24 Maret 1983.