Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Bioskop Buka dan Peran Pemerintah sebagai "Orangtua Ideal"

2 September 2020   07:07 Diperbarui: 2 September 2020   18:23 611 50 12 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bioskop Buka dan Peran Pemerintah sebagai "Orangtua Ideal"
Presiden Joko Widodo [KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG]

Banyak anak usia sekolah pasti pernah jengkel karena orangtua membanding-bandingkan prestasi mereka dengan teman-temannya yang lebih moncer. Anda-anda tentu pernah mengalaminya sebab pernah sekolah pula, setidaknya sekolah dasar.

Terima rapor, kita gembira masuk sepuluh besar, berharap mendapat hadiah dibelikan es krim. Eh, tahu-tahunya selepas bertemu wali kelas, nyokap malah mengomel. “Kamu harus lebih rajin belajar. Lihat tuh si Anu, teman mainmu, bisa ranking tiga.”

Kita sering protes dalam hati, mengapa kita tidak dibandingkan dengan anu-anu lain yang tidak masuk peringkat 10 besar?

Pemerintah hadir sebagai jawaban atas keluhan masa kecil kita. Pemerintah sedang mainkan peran ‘sosok ideal orangtua’.

Berkebalikan dari orangtua benaran yang  membanding-bandingkan anaknya dengan anak orang lain yang lebih berprestasi, pemerintah justru gemar membandingkan kondisi bangsa ini dengan bangsa lain yang lebih buruk. Ini tampak sekali dalam konten komunikasi pemerintah terkait kondisi pandemi.

“Walaupun ada peningkatan kasus positif di beberapa daerah tetapi kalau dibandingkan dengan negara-negara lain posisi Indonesia masih relatif terkendali,” kata Presiden Joko Widodo dalam rapat Jokowi dalam rapat terbatas secara daring dari Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 1/9 ini.[Tirto.id]

Saya mencoba mengingat-ngingat, sudah berapa kali Presiden dan para pembesar negeri membaik-baikkan keadaan dengan pola begini, membandingkan dengan negara lain yang lebih buruk. Rasa-rasanya sudah lebih dari selusin sejak Maret lalu.

Presiden Joko Widodo bisa saja benar. Dalam hal tertentu, kita lebih baik dari Negara lan.

Saya coba tengok data Worldometers.info untuk melihat perbandingan kondisi pandemi secara global. Ada 215 negara yang data-data pandeminya dipantau harian. Jika kita bagi Negara-negara tersebut dalam tiga kategori: top, medioker, dan underdog, tiap-tiap kelompok beranggotakan kurang lebih 72 negara.

[Penting untuk dibaca: "Soal Influencer, Jubir Presiden Gagal Pahami Demokrasi"]

Untuk ukuran jumlah kasus, tidak adil membandingkan begitu saja tiap-tiap negara sebab jumlah penduduk yang berbeda-beda. Pemerintah tentu keberatan kalau kita bandingkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia dengan Selandia Baru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN