Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Bukan Sukhoi Rusia, PLA Navy Cina, atau Osprey AS, Prabowo akan Beli Traktor

12 Juli 2020   04:22 Diperbarui: 12 Juli 2020   04:44 3545 45 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bukan Sukhoi Rusia, PLA Navy Cina, atau Osprey AS, Prabowo akan Beli Traktor
Jokowi dan Prabowo di tengah persaingan industri senjata AS, Rusia, Cina [Coffee4Soul.club]

Mungkin saat ini Prabowo adalah lelaki Indonesia paling sexy di mata pedagang senjata Rusia, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Tentu bukan karena tubuh Prabowo. Ini urusan isi dompet. Bukan pula dompet Prabowo pribadi, melainkan dompet belanja negara di bidang pertahanan.

Bukan main-main memang. Semenjak 2016, Kementerian Pertahanan menguasai pos anggaran terbesar. Pada akhir 2019 lalu, Anggaran Kementerian yang dipimpin Prabowo Subianto ini mencapai Rp 127 triliun ini. Gara-gara pandemi Covid-19, anggaran Kemenhan harus dipotong sedikit, menjadi Rp 117 triliun.

Tetap saja Rp 117 triliun itu jumlah fantastis, jauh di atas kementerian lain. Sebagai perbandingan, Kementerian Sosial sebagai pengelola pos anggaran terbesar kedua hanya mendapat 104,4 triliun. Padahal di tengah kesulitan ekonomi rakyat saat ini, Kemensos butuh anggaran besar.[1]

Dengan kantong setebal itu, wajar kalau tiga negara berkekuatan tempur terkuat: Amerika Serikat dan Rusia, dan Tiongkok adu manuver merebut hati Prabowo Subianto.

Tentu saja rebutan hati Prabowo tidak semudah pendekatan Rey Mbayang kepada Dinda Hau. "Wo ... tipe senjata ideal kamu seperti apa?" Haish. Absurd!

Pihak Rusia dua kali mengundang Prabowo untuk melihat-lihat koleksi dagangan mereka, mesin tempur dan persenjataan canggih. Seperti biasa, Sukhoi jadi jualan utama.

Saat Prabowo baru saja ditunjuk Jokowi jadi Menteri Pertahanan, Kemenhan Rusia terang-terangan menyatakan gairahnya untuk cepat-cepat bertemu Prabowo.

"Mengingat kami memiliki perencanaan militer dan persiapan teknis militer yang ekstensif, tentunya kami akan siap dan akan senang untuk menyambut Menteri Prabowo, Jenderal Prabowo, untuk berbincang dengan Menteri Pertahanan kami. Tentunya ini esensial," ujar Oleg V. Kopylov, Deputy Chief of Mission Kedubes Rusia untuk RI di pekan ketiga Desember tahun lalu.[2]

Sebenarnya Rusia-Indonesia sudah terikat perjanjian di masa Menhan Ryamizard Ryacudu. Ditandatangani Februari 2018, perjanjian itu tentang perdagangan berskema separuh imbal dagang. Rusia membeli produk ekspor Indonesia -- karet, minyak kelapa sawit mentah, kopi, teh, furnitur, dan rempah -- senilai 570 dolar AS. Sebaliknya Indonesia membeli 11 unit Sukhoi Rusia senilai 1,14 miliar dolar AS.

Pada Juni 2019, Menhan Ryamizard menginformasikan ia sudah teken perjanjian dengan pabrik Sukhoi. Tetapi realisasi perjanjian Rusia-Indonesia masih terkendala di Kementerian Perdagangan terkait mekanisme imbal dagang.[3] Diduga, Kemendag ditekan Amerika Serikat dengan ancaman embargo.

"Beberapa negara mencoba mengancam Indonesia, tetapi Indonesia tidak terancam, dan itu sangat bagus," kata Oleg Kopylov, kesal.

Untuk urusan duit, Amerika Serikat memang tidak tahu malu. Mereka menipu dunia, mencari-cari alasan pembenaran Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), undang-undang yang mengancam sanksi embargo terhadap negara-negara yang membeli senjata dari Rusia, Iran, dan korea Utara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
VIDEO PILIHAN