Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Jempol Pertama untuk Yasonna Laoly, Lawan Belanda demi Maria Pauline Lumowa

9 Juli 2020   12:15 Diperbarui: 9 Juli 2020   12:28 4168 51 19 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jempol Pertama untuk Yasonna Laoly, Lawan Belanda demi Maria Pauline Lumowa
Buronan Maria Pauline Lumowa dan Menkum HAM Yasonna Laoly [Kompas.com]

Benarlah kata Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko. Aksi marah-marah Presiden Joko Widodo merupakan cambuk bagi menteri-menteri kabinet untuk menunjukkan kinerja. Tidak terkecuali Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly yang merupakan petinggi PDIP itu.

Kemarin-kemarin, kebijakan dan sepak terjang Menteri Yasonna selalu menuai protes rakyat, bahkan berujung demonstrasi besar. Tetapi saya yakin untuk yang kali ini, Menteri Yasonna panen jempol warganet. Ia berhasil membopong pulang Maria Pauline Lumowa dari Serbia.

Maria Pauline Lumowa bukan orang sembarangan. Ibu ini buronan pemerintah RI selama 17 tahun.

Pada 2002-2003, Maria dan  Adrian Waworuntu menipu Bank BNI. Tentu saja aksi Maria dan Adrian bisa sukses karena bantuan orang dalam.

BNI merestui pinjaman sebesar Rp 1,7 triliun (136 juta dolar AS dan 56 juta Euro) kepada PT Gramarindo Group milik Maria dan Adrian dengan jaminan  Letter of Credit (L/C) fiktif dari  Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp. Tak satupun di antara bank-bank tersebut masuk dalam daftar bank korespondensi BNI. Tetapi ya itu, karena bantuan orang dalam, pinjaman beragunan L/C fiktif tersebut dipenuhi.

Pada Juni 2003, Bank BNI menyadari bahwa PT Gramarindo Group tidak pernah melakukan kegiatan ekspor. BNI segera melaporkan Maria dan Adrian ke mabes Polri.

Seperti kisah dalam film-film India, pada Oktober 2003, Tim khusus yang dibentuk Mabes Polri menetapkan Maria dan Adrian sebagai tersangka. Tetapi pada September Maria sudah berada di Singapura. Seolah-olah berkemampuan sihir animagus -- seperti Rita Seeker, MacGonagall, Sirius Black, dan Pettigrew -- Maria  Pauline Lumowa menghilang begitu saja. Polisi kita tidak diajarkan mantra homorphus charm.

Polri kemudian bersandar pada bantuan Interpol yang pada 22 Desember 2003 menerbitkan red notice.

Pada 2009 Maria Pauline Lumowa diketahui berada di Belanda. Pemerintah Indonesia dua kali mengajukan permohonan ekstradiksi Maria ke Kerajaan Belanda, 2010 dan 2014. Tetapi Belanda menolak. Pihak kerajaan malah menawarkan opsi peradilan terhadap Maria dilakukan di negeri itu, oleh pengadilan di sana.

Wajar. Ternyata Maria Pauline Lumowa sudah jadi warga negara Belanda semenjak 1979. Heeeh. Indonesia tertipu dua kali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x