Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Pilkada Depok, di Balik Talak Sepihak Gerindra terhadap PKS

6 Juli 2020   14:08 Diperbarui: 6 Juli 2020   22:20 721 40 12 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pilkada Depok, di Balik Talak Sepihak Gerindra terhadap PKS
Prabowo, Megawati diapit Hasto Kristiyanto, Puan Maharani, dan Prananda Prabowo [Diolah dari Kompas.com]

Kota Depok akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah Desember 2020 nanti. Pasangan Idris -  Pradi tidak akan bersama lagi. Gerindra secara sepihak menceraikan PKS.

Apakah Gerindra ajukan talak karena PKS kurang servis? Atau karena kehadiran orang ketiga? Ataukah ada sebab lebih strategis, melampauai urusan hubungan Idris-Pradi, melampaui urusan Depok? Mungkinkah ini urusan polarisasi dan konsolidasi ideologis menuju 2024?

Penolakan untuk kembali mendampingi Muhammad Idris sudah lama disampaikan Pradi Supriatna, sudah semenjak Februari lalu.

Pradi memang menyampaikan alasannya sederhana saja. Dirinya sebagai politisi, dan Gerindra sebagai Partai Politik tentu mengharapkan kekuasaan. Demikian yang tersirat dalam keterangannya kepada Kompas.com (13/2/2020).

Tetapi bukankah dengan menjadi pendamping Idris/PKS, selama ini Pradi Supriatna/Gerindra sudah meraih kekuasaan itu? Bukankah seperti kata Pradi sendiri, Wali Kota dan Wakil Wali Kota ibarat suami-istri?

Sepertinya Pradi Supriatna dan Gerindra merasa tidak diperlakukan adil sebagai pasangan Idris/PKS. Itu tersirat dari pernyataan Pradi tentang syarat utama yang ia harapkan dari pasangan barunya kelak.

"Yang pertama bisa komunikasi, saling mengisi. Saling melengkapi saja seperti suami-istri," ujar Pradi.[1]

Boleh kita duga, selama ini Idris-Pradi kurang komunikatif, kurang saling mengisi dan melengkapi, kurang mesra sebagai suami- istri politik.

Pada 2 Juli lalu, keinginan Pradi untuk mencari pasangan baru dikonfirmasi Gerindra.

"Kalau Gerindra, kami sudah tidak mau kalau dengan PKS. Makanya kami sudah tidak berkomunikasi dengan PKS," ujar Hamzah, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Depok.[2]

Hamzah lebih terdengar sebagai remaja SMP minta putus gara-gara si kekasih tidak membawakan cireng malam Minggu kemarin dibandingkan suami/istri minta cerai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x