Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Menanti AHY Memecat Nasir Adik Nazaruddin

4 Juli 2020   05:03 Diperbarui: 4 Juli 2020   15:16 25131 50 21 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menanti AHY Memecat Nasir Adik Nazaruddin
Mohammad Nasir [Kompas.tv] dan AHY [Kompascom]

AHY, bekas serdadu yang kini politisi, mewarisi Partai Demokrat dari ayahnya yang mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Warisan ini bukan durian runtuh sebab ketika diserahkan kepada AHY, Partai Demokrat jauh melorot dari kondisi performa terbaik.

Andai PD diawariskan ke AHY di akhir periode pertama SBY, kerja AHY akan lebih mudah. Saat itu Partai Demokrat masih sejatinya Mercy, kinclong  dan mulus. AHY hanya butuh rajin mengirimkannya ke salon cuci dan bengkel perawatan reguler.

Tetapi PD diwariskan saat ini, ketika lambangnya masih Mercedez tetapi body dan mesinnya tidak lebih hebat dibandingkan oplet Mandra dalam Si Doel Anak Sekolahan, terlalu ringkih dan loyo untuk dipakai balapan.

Jika masih ingin menggunakan PD ke mana-mana, AHY harus banyak berkorban, perbaikan besar-besaran.

Citra Partai Demokrat sudah terlanjur hancur oleh skandal megakorupsi pucuk pimpinannya dahulu. Perlu ganti kabel body, las kiri-kanan, turun mesin agar barang ini kembali menjadi Mencedez-Benz, meski tentu saja dengan kinerja yang mungkin hanya 60% dibandingkan masa keemasannya.

Mengingat beratnya perbaikan yang Partai Demokrat butuhkan, aksi memalukan seharusnya sangat dihindari pimpinan partai, anggota fraksi, dan kader Partai Demokrat. Aksi memalukan di saat seperti ini bisa membuat Partai Demokrat absolut jadi rongsokan, teronggok, sama sekali tidak bisa dipakai lagi.

Aksi marah-marah disertai kata-kata tak senonoh yang dipertunjukkan adik Nazaruddin terhadap Dirut PT Inalum (MIND ID) Orias Petrus Moedak  -- saya kira semua sudah tahu peristiwa itu --berisiko besar menyebabkan Partai Demokrat sungguh-sungguh tinggal rongsokan. Nazaruddin adalah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, salah satu elit Partai Demokrat yang dipenjara karena kasus megakorupsi Wisma Atlet.

Adik Nazaruddin, Nasir namanya, adalah juga petinggi Partai Demokrat dan kini anggota Fraksi Partai Demokrat di Komisi VII DPR RI.

Aksi Nasir menuai respon negatif meluas, baik karena ucapan dan perlakuan tidak senonoh, pun karena kandungan kritiknya yang dinilai dangkal dan tidak paham persoalan.

Mau tidak mau, karena Nasir kader Partai Demokrat, dan karena ia juga adik Nazaruddin, Partai Demokrat ikut terseret sentimen negatif. Kata-kata seperti bodoh dan korup dilemparkan publik kepada Nasir secara pribadi dan kepada Partai Demokrat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x