Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Petani - Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Pengerahan TNI dalam Masa Prakondisi New Normal?

27 Mei 2020   18:36 Diperbarui: 29 Mei 2020   02:01 377 17 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Presiden Jokowi dan petinggi TNI [Agus Suparto/ Fotografer Kepresidenan via Kompas.com]

Saya tidak akan menggunakan istilah new normal untuk kondisi yang dalam satu dua pekan---bahkan sejak hari ini jika mengacu pernyataan Presiden Jokowi---akan diterapkan. Penggunaan istilah new normal di tengah puncak pandemi adalah lelucon paling muram di abad ini. Sorry.

Saya merasa lebih nyaman menyebut kebijakan yang segera menyongsong ini sebagai relaksasi pembatasan sosial. Relaksasi pembatasan sosial bisa berfungsi sebagai prakondisi normal baru; sebagai tahap peralihan gradual menuju kehidupan new normal, kelak saat laju penularan melandai dan mencapai kecenderungan angka harian lebih rendah dalam rentang waktu tertentu, misalnya dua pekan.

Kiranya sudah benar jika aparatur represif, TNI, ikut dikerahkan untuk menegakkan protokol pencegahan penularan (semisal jaga jarak dan memakai masker) di tengah penerapan relaksasi pembatasan sosial. Aparat TNI akan membantu Polri yang selama ini memang sudah terjun besar-besaran di lapangan.

Pengerahan aparatur represif dibutuhkan untuk menegakkan kedispilinan masyarakat. Sebab kenyataannya seruan-seruan semata belum sanggup membuat orang-orang memakai masker dan menjaga jarak dengan orang lain di tempat-tempat publik.

Beberapa hari lalu, ketika ke pasar untuk membeli telur, saya masih melihat sejumlah pedagang tidak mengenakan masker. Beberapa kumpulan kecil pemuda berbincang-bincang dalam jarak tak aman, juga tanpa masker.

Untuk sedikit mendidik, saya mendekat ke sebuah lapak sayur.

"Beli apa, Ama?" Sapa si pedagang

"Cari sawi, kangkung, dan wortel, Ina." Sengaja saya sebutkan barang-barang yang terlihat di lapaknya.

"Eh, ada semua nih, Ama

"Iya, Ina. ...  Aduh, tetapi Ina sonde pakai masker ini mah. Beta dan keluarga bisa terjangkit. Sorry Ina, bukan apa-apa tetapi kita harus jaga-jaga." Saya pun berlalu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan