Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Bayi Meninggal Karena Pemdes Balas Tutup Jalan, Akar Problem di Pemerintah Pusat

24 Mei 2020   23:08 Diperbarui: 6 Juni 2020   21:32 1285 28 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bayi Meninggal Karena Pemdes Balas Tutup Jalan, Akar Problem di Pemerintah Pusat
Penutupan ruas Jalan Negara Trans-Flores di Desa Hoking, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka [Tribunnews.com]

Aksi anarkis aparat pemerintah berdampak korban jiwa. Bayi dalam kandungan meninggal karena si ibu tertahan selama 6 jam di jalan akibat blokade jalan negara oleh kepala desa dan warganya. Kejadiannya di Kabupaten Sikka, Flores-NTT, Minggu (24/05). Tetapi akar problem ada di Jakarta.

Sejumlah media - Tribunnews.com (23/05), Lenterapos.com (23/05), dan Bentara.net (23/05) - memberitakan,  penutupan  ruas jalan negara Trans-Flores di wilayah Desa Hikong, Kabupaten Sikka sudah dimulai sejak Sabtu (23/05). Sindonews (24/05) memberitakan, blokade masih berlangsung saat berita ditayangkan (pukul 19:29 WIB).

"Warganya dilarang masuk. Mereka bilang orang Sikka itu pembawa virus Covid-19 jadi dilarang masuk ke Kabupaten Flores Timur. ... Bayangkan warga Sikka pegang portal saja langsung diusir. Saya kecewa sekali, kami warga Sikka dibuat begini. Warga kalian masuk ke Sikka, kita tidak pernah larang, " ujar Kades Hikong sebagaimana dikutip Lenterapos.com (23/05).[1]

Diberitakan Sindonews.com (24/05), Kades Hikong, Agustinus Adeotius mengaku, ia dan warga desanya menutup  jalan Trans-Flores karena marah oleh perlakuan diskriminatif dan pernyataan penduduk Kabupaten Flores Timur di Portal Boru, wilayah Kabupaten Flotim. Orang Sikka disebut sudah semuanya terjangkit Covid-19.

Dalam pemberitaan di Bentara.net, sehari sebelumnya terjadi perlakuan diskriminatif terhadap penduduk Kabupaten Sikka yang melintasi perbatasan menuju Flores Timur.

"Ketika kemarin masyarakat dari Kabupaten Sikka melintas perbatasan antara Sikka dengan Flotim segmen Flores Timur, itu ada pengecualian terhadap orang Kabupaten Sikka. Kemudian ada stigma yang diberikan kepada orang Kabupaten Sikka, bahwa orang Kabupaten Sikka itu orang Covid," kata Agustinus, dikutip Bentara.net.[2]

Dalam Tribunnews.com (23/05) diberitakan, Agustinus dan pelaku ekonomi di Sikka tidak bisa menarik uang dari ATM di Boru - wilayah Kabupaten Flores Timur - jika tidak memiliki dan membawa surat hasil rapid test yang menunjukkan mereka bebas Covid-19 (non-reaktif). Mereka tidak bisa melewati portal yang didirikan Pemkab Flotim di Boru.(3)

Gara-gara penutupan jalan Trans-Flores yang berstatus Jalan Negara itu, kendaraan dari arah Kabupaten Flores Timur menuju Kabupaten Sikka terhenti.

Dalam salah satu kendaraan, seorang ibu hamil warga Flores Timur -- tidak disebutkan namanya -- sedang dalam kondisi mendesak butuh pertolongan melahirkan. Ia dirujuk Puskesmas di Flores Timur untuk mendapat pertolongan rumah sakit di Maumere, Ibu Kota Kabupten Sikka.

Tertahan 6 jam akibat blokade jalan, bayi dalam kandungan si ibu meninggal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN