Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Kebijakan Aneh Wali Kota Risma Perangi Corona, Akankah Dipatuhi?

16 April 2020   20:28 Diperbarui: 17 April 2020   00:49 3642 29 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kebijakan Aneh Wali Kota Risma Perangi Corona, Akankah Dipatuhi?
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini [Kompas.com/dok Pemkot Surabaya]

Ada banyak kebijakan pemerintah, mulai dari pusat hingga daerah, yang bertujuan menekan laju penularan virus corona. Ada yang standar dan sudah mengarus utama, dilakukan oleh banyak pemerintahan. Ada pula yang aneh, tidak terpikirkan sebelumnya.

Salah satu yang tergolong aneh adalah kebijakan Pemerintah Kota Surabaya.

Penumpang tiba harus mandi dan ganti baju sebelum keluar dari area Bandara Internasional Juanda. Demikian bunyi Surat Edaran Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang ditujukan kepada pihak pengelola Bandara Internasional Juanda dan Pelabuhan di Kota Surabaya. Surat itu bernomor  443.1/13687/436.8.4/2020 dan bertiti mangsa 7 April 2020.

"Dalam rangka upaya pencegahan penyebaran pandemi coronavirus disease 19 (covid-19) di Kota Surabaya, bersama ini bantuan saudara untuk mengarahkan penumpang yang turun dari pesawat terbang untuk membersihkan diri dengan mandi dan berganti baju sebelum keluar dari area Bandara Internasional Juanda."[1]

Tentu saja kebijakan itu bertujuan baik, yaitu mencegah penularan virus corona oleh penumpang yang tiba di bandara Juanda atau di Pelabuhan Tanjung Perak.

Persoalannya, fasilitas di bandara dan pelabuhan tidak diset untuk keperluan mandi penumpang. Di Bandara Juanda memang ada kamar mandinya, tetapi sejauh amatan saya, untuk area keberangkatan hanya 1 unit per rest room atau 1 per gate . Entahlah untuk di area ketibaan. Tetapi saya yakin jumlahnya tidak banyak.

Artinya jika seluruh penumpang tiba harus mandi, akan tercipta antrian menunggu mandi yang panjang, bahkan mungkin tiada habisnya sebab belum selesai satu rombongan terbang mandi, sudah ada rombongan baru.

Bisa-bisa, demi cepat keluar dari area bandara, penumpang terpaksa mandi di toilet. Tetapi bagaimana caranya? Meskipun toilet di Bandara Juanda merupakan yang terbaik dan terbersih di Indonesia, langganan peraih penghargaan dari Asosiasi Toilet Indonesia (ATI), tetap saja mandi di toilet sama sekali tidak nyaman.

Bagaimana pula dengan barang bawaan cabin? Harus ditaruh di mana selama penumpang mandi?

Lalu bagaimana jika penularan justru karena penggunaan fasilitas kamar mandi?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x