Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Akankah Riza Patria Alat Istana untuk Kontrol Anies Baswedan?

7 April 2020   06:00 Diperbarui: 7 April 2020   06:35 3118 19 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Akankah Riza Patria Alat Istana untuk Kontrol Anies Baswedan?
Anies Baswedan [RRI.co.id] dan Riza Patria [CNNIndonesia.com]

Mau ditutup-tutupi bagaimanapun, nyata bagi masyarakat bahwa Anies Baswedan kerap berseberangan dengan kubu istana. 

Pertentangan itu menajam semenjak banjir besar melanda Jakarta 2019 lalu. Anies Baswedan keukeuh dengan jalan naturalisasi-nya, menyebabkan projek normalisasi tersendat-sendat. Saling bantah dan lempar kesalahan antara istana (Menteri Basuki) dan Anies Baswedan mengemuka ke hadapan publik.

Selisih kata dan kebijakan berlanjut dalam tarik-menarik kebijakan mengatasi pandemi Covid-19 di Ibu kota negara, episentrum virus corona di Indonesia.

Bermula ketika Anies Baswedan menyampaikan adanya sejumlah penduduk DKI terjangkit virus corona namun dibantah Menkes Terawan. Keesokan harinya, Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus positif corona pertama di Indonesia.

Para pendukung Anies Baswedan Baswedan bersorak-sorai. Media sosial ramai dengan pernyataan "Anies jujur, Jokowi menutup-nutupi persoalan."

Sorak-sorai itu dibalas pendukung Jokowi dengan tudingan Anies Baswedan mencari panggung di tengah pandemi.

Selisih kata berlanjut selisih kebijakan. Anies Baswedan mewacanakan karantina wilayah, dan jika bisa lockdown. Sebaliknya Presiden Jokowi meyakini kondisi masih bisa ditangani dengan pemberlakuan pembatasan sosial dan menjaga jarak di ruang publik.

Para pendukung saling serang di media massa dan media sosial. Masing-masing membela kebijakan idola mereka.

Anies pernah salah langkah, membatasi transporasi publik tanpa terlebih dahulu melakukan pengondisian, menyebabkan tertumpuknya penumpang di DKI. Publik memaki-maki dirinya.

Istana segera meresponnya, menyatakan ketidaksetujuan Presiden Joko Widodo terhadap pembatasan transporasi publik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN