Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Saya Ingin Percaya Perkataan Menko Luhut Panjaitan tetapi ...

4 April 2020   01:42 Diperbarui: 8 April 2020   10:54 1304 9 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Saya Ingin Percaya Perkataan Menko Luhut Panjaitan tetapi ...
Menko Luhut Panjaitan [lifepal.co.id] dan cuitan twitter Faisal Basri

Jagat daring sedang riuh oleh kicauan twitter ekonom Faisal Basri, "Luhut Panjaitan lebih berbahaya dari coronavirus COVID-19."

Cuitan itu ditenggarai merespon pernyataan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam sebuah acara, 31 Maret lalu. Menko Luhut katakan, "Indonesia diuntungkan dengan temperatur tinggi pada April. Ini humidity tinggi buat COVID-19 relatif lemah daripada tempat lain."(1

Saya bisa paham mengapa Faisal Basri merespon sekeras itu. Ia tentu khawatir pernyataan Menko Luhut mencerminkan sikap menganggap remeh ancaman penularan virus corona.

Sikap menganggap remeh ancaman novel coronavirus pernah pula ditunjukkan Menko Polhukam Mahfud MD dan Menkes Terawan pada awal Maret.

Pada pekan pertama Maret, Menko Mahfud MD mengatakan rakyat tidak perlu panik sebab tingkat kematian oleh Covid-19 lebih rendah dibandingkan kematian yang disebabkan flu biasa dan penyakit lain yang juga menyerang paru-paru.(2

Pernyataan senada itu beberapa kali dilontarkan pula oleh Menkes Terawan. Gara-gara itu sejumlah lembaga masyarakat sipil mendesak Presiden Jokowi mencopot dr. Terawan dari jabatannya.(3)

Banyak orang menilai, sikap meremehkan ini berkontribusi terhadap kurang sigapnya pemerintah mengantisipasi Covid-19 merebak di Indonesia. Banyak kebijakan terlambat diterbitkan, padahal Indonesia memiliki waktu cukup panjang untuk mempersiapkan diri andai sudah ambil ancang-ancang semenjak wabah Covid-19 merebak di Wuhan pada Desember 2019.

Tetapi pernyataan Menko Luhut Pandjaitan tidak bisa juga dianggap asal cuap. Pernyataan tentang faktor suhu dan kelembaban bisa melemahkan novel coronavirus, penyebab Covid-19 ini didasarkan pada sejumlah publikasi riset.

Baca juga: "Mudik, PSBB yang Terancam Percuma, dan Pusingnya Pemda"

Jauh sebelum Menko Luhut, pada Februari lalu putra saya berulang kali katakan, "Just hope summer is coming soon, Papa."

Menurut anak saya, berdasarkan yang ia baca di internet, virus seperti corona itu kurang aktif di tengah udara panas. Tentang ini sudah pernah saya tulis 12 Maret lalu dalam artikel "Andai Coronavirus Itu Jerman, Semoga Kita Rusia-nya"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN