Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Plus Silent Carriers, Positif Corona di Cina 120-an Ribu, Apa Konsekuensi bagi Indonesia?

2 April 2020   13:29 Diperbarui: 2 April 2020   14:15 245 7 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Plus Silent Carriers, Positif Corona di Cina 120-an Ribu, Apa Konsekuensi bagi Indonesia?
ilustrasi [techinasia.com]

Mengejutkan.  Pada 31 Maret South China Morning Post menerbitkan berita berjudul "China to include symptom-free coronavirus carriers in national figures." Pemimpin Tiongkok perintahkan The National Health Commission memasukkan kasus asymptomatic corona ke dalam data kasus penularan virus corona terkonfirmasi.

Diberitakan,

"The data suggested that by the end of February more than 43,000 people in mainland China had tested positive for the coronavirus but had no immediate symptoms. They were not included in the official tally of confirmed cases."(1

Perintah pemimpin China ini menyusul desakan yang menguat seminggu sebelumnya dari para ahli kesehatan setelah sejumlah penelitian mandiri dan laporan para dokter menyebutkan 30-60 persen kasus positif coronavirus terkonfirmasi tidak dimasukkan ke dalam data karena para penderita tidak mengalami gejala sakit (symptom-free).(2

Artinya jumlah orang terjangkit virus corona di Tiongkok daratan yang mencapai 80an ribu kasus terkonfirmasi itu hanya para penderita Covid-19, bergejala ringan maupun berat, yang akhirnya sembuh, pun yang meninggal. Jumlah ini belum termasuk kasus terkonfirmasi berdasarkan tes laboratorium tetapi tanpa gejala klinis (asymptomatic atau symtomp-free).

Jika jumlah 43.000 warga Tiongkok positif corona tanpa gejala klinis itu kelak dimasukkan, total kasus terkonfirmasi positif corona di Tiongkok per akhir Maret menjadi 130an ribu orang.

Kabar ini adalah pedang bermata dua bagi negara-negara seperti Indonesia yang kasus positif pertamanya baru ditemukan pada Maret.

Sisi positif kabar ini adalah 1/3 dari orang-orang terjangkit virus corona tidak menderita sakit. Tetapi sisi negatifnya, 1/3 orang-orang terjangkit virus corona adalah silent carriers. Mereka adalah para penyebar virus yang tidak awas sebab tidak menyadari dirinya sakit.

Menjadi bertambah negatif lagi sebab tindakan kekarantinaan di Indonesia sangat buruk, terutama di daerah-daerah yang pemerintah daerah tampak menggampangkan masalah. Catatan: perlu dibedakan antara tindakan kekarantinaan yang wajib ada dalam mengatasi wabah penyakit menular dengan karantina sebagai salah satu status atau bentuk pembatasan akses keluar-masuk wilayah.

Di Nusa Tenggara Timur, misalnya. Pada awal Maret lalu, Wakil Gubernur Josef Nai Soi menyerukan agar warga NTT tidak perlu khawatir dengan virus corona sebab Covid-19 adalah flu biasa dan warga NTT mengonsumsi daun kelor, membuat daya tahan tubuh kuat dan kebal corona.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x